NASIONAL - Sara Fajira banjir pujian pasca film horor Jagat Alam Gaib, Sinden Gaib, yang rilis pada 22 Februari 2024 lalu.
Di film itu, Sara Fajira memerankan tokoh utama bernama 'Ayu'. Dia dirasuki oleh sosok penunggu batu keramat, Mbah Sarinten.
Selain mampu menguasai peran antara Ayu dan Mbah Sarinten, kelihaian Sara Fajira dalam seni tarik suara tampak ketika ia berhasil melantunkan tembang Banyuwangi dengan sempurna.
Suara tinggi melengking tersebut bisa menghipnotis penonton, membuat bulu kudu berdiri.
Film Sinden Gaib mengisahkan jiwa Ayu yang menyatu dengan arwah Mbah Sarinten.
Semua kejadian itu bermula dari rekan Ayu yang mengambil batu keramat di sungai Watu Kandang. Tak dinyana, batu keramat tersebut merupakan rumah dari Mbah Sarinten.
Akibat tindakan sembrono dari rekan Ayu, Mbah Sarinten murka, kediamannya diusik.
Sosok tak kasat mata itu kemudian meneror rekan-rekan Ayu, hingga membawa mereka masuk ke dalam dunia gaib. Mampukah mereka keluar dari jagat alam gaib?
Baru saja sukses membintangi film yang disutradarai Faozan Rizal, Sara Fajira akan kembali menghibur para penikmat film horor pada 28 Maret 2024 ini.
Film horor yang dibintangi Sara Fajira kali ini merupakan sekuel kedua Para Betina Pengikut Iblis.
Rako Prijanto menjanjikan film Para Betina Pengikut Iblis 2 akan lebih menegangkan dari film pertamanya.
Tidak hanya dipenuhi teror, film ini juga akan mengungkap sisi kelam manusia dengan lebih dalam.
Di film ini, Sara Fajira memerankan tokoh bernama Asih, seseorang yang bersekutu dengan iblis.
Ending di film pertama, tiga perempuan pengikut iblis dipertemukan, Sumi, Sari, dan Asih.
Sekuel dua Para Betina Pengikut Iblis ini akan fokus pada ketiga tokoh ini.
"Tiga perspektif betina-betina ini, bukan cuma tentang satu orang punya masalah sesuatu terus at the end apa gitu. Kalau ini enggak, ini benar-benar cerita tentang kita bertiga masing-masing punya rencana yang berbeda-beda," kata Hanggini, pemeran Sari, dalam trailer yang telah dirilis pada Rabu (6/3/2024).
Trailer Para Betina Pengikut Iblis memperlihatkan bagaimana Sumi, Sari, dan Asih kembali dengan aksi yang lebih brutal.
Sari menyebut, mereka rela melakukan apapun demi untuk bertahan hidup, meski harus bersekutu dengan iblis.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra