NASIONAL - Hari Selasa 12 Maret 2024. Menjadi hari pertama pada bulan Ramadhan 2024.
Seluruh umat islam dan muslim diwajibkan untuk berpuasa di bulan ramadhan bagi yang telah memenuhi syaratnya. Berikut adalah doa berbuka puasa yang benar.
Selama ini masih banyak yang menyebutkan persoalan doa berbuka puasa yang benar serta dibaca saat berbuka atau setelah berbuka puasa. Ada yang mengatakan bahwa doa berbuka puasa yang baik adalah...
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
"Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina,"
Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Hadits ini diucapkan oleh Rasulullah dan tertuang kepada hadits.
Menurut penjelasan ustadz Adi Hidayat, waktu mengamalkan doa ini bisa dibaca saat berbuka atau setelah berbuka sah-sah saja. Menurut penjelasan ustadz Adi Hidayat kedua doa berbuka puasa di atas baik dan bisa diamalkan.
Untuk Allaahumma lakasumtu adalah hadis yang disampaikan oleh seorang tabi'in atau sahabat Nabi SAW.
Sedangkan doa Dzahabadh dhoma-u adalah doa yang disampaikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Kedudukan dari kedua hadits ini sendiri hanya memiliki selisih satu nomor saja.
Dalam situs resmi MUI sendiri menjelaskan bahwa kedua doa tersebut juga baik dan bisa dibacakan saat berbuka atau setelah berbuka puasa.
Saat kita berbuka ataupun saat kita setelah berbuka puasa pun boleh berdoa dengan isi harapan kita sendiri di tujukan kepada Allah dan itu sudah mendapatkan sunnah.
Asal tidak menjadikan perkataan kita sendiri atau isi doa harapan kita sendiri yang kita buat sendiri isi dari sebuah hadist, sebab hal tersebut adalah apa yang kita katakan bukan daripada perkataan Rasulullah.
Untuk amalan sunnah pada bulan ramadan sendiri kita dapat memperbanyak doa kebaikan, membaca buku atau tadarus al-qur’an, melakukan kewajiban dengan ikhlas, berbagi kebaikan dan rizki, mengikuti sebuah pengajian.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra