NASIOANAL - Khadijah atau yang bernama lengkap Khadijah Binti Khuwailid bin As’ad bin Abdul Uzza merupakan sosok wanita pembesar makkah pada zaman Rasulullah masih remaja.
Kecerdasan Sayyidah Khadijah ketegasan dan kelembutannya membuatnya menjadi seorang perempuan yang sangat dihormati dan didambakan oleh semua lelaki.
Saat Rasulullah memperistri seorang Khadijah kala itu, mereka memiliki usia yang terpaut jarak 15 tahun lebih tua Sayyidah khadijah. Pertemuan mereka kala itu berawal dari Rasulullah yang diangkat sebagai pegawai dagang siti khadijah.
Rasulullah yang kala waktu itu diutus serta ditugaskan untuk berdagang di negeri Syam, selalu membawakan hasil yang cukup membuat Sayyidah khadijah bahagia.
Kepribadian Rasulullah juga yang selalu jujur dengan pendapatan berdagang juga membuat Sayyidah Khadijah takjub dengan Beliau. Serta dari kejadian dan kejujuran Rasulullah kala itulah, beliau memiliki julukan Al Amin.
Seiringnya waktu yang terus berjalan Sayyidah Khadijah bertambah kagumnya kepada Baginda Rasulullah, serta kala itu juga Sayyidah Khadijah merasa cinta kepada Rasulullah serta berniat untuk melamar Rasulullah.
Baca Juga: Mengenal Istilah Bookstagram, Selebgram Baru di Bidang Literasi Lengkap Tips Memulai
Etika keinginan itu muncul Sayyidah Khadijah langsung mengbari teman wanitanya untuk menanyakan kepada Rasulullah niat baik dari Khadijah tersebut.
Pada saat itu Khadijah yang berusia 40 tahun, setelah mengetahui bahwa rasulullah setuju dengan niatan baiknya. Khadijah segera melangsungkan niat baiknya.
Rasulullah bersama dengan pamannya langsung pergi menuju tempat tinggal Khadijah yang pada saat itu sama-sama berada di kota mekah.
Berlangsunglah pernikahan antara Rasulullah dengan Khadijah dengan Khadijah yang berusia 40 tahun dan Rasulullah berusia 25 tahun.
Baca Juga: Ide Kue Lebaran, Resep Chocolate Cookies Lumer ala Devina Hermawan yang Rasanya Endul
Rasulullah melangsungkan pernikahan dengan Khadijah memberikan mahar berupa 60 unta yang dibawa oleh Rasulullah dan para rombongan.
Kisah berjasanya seorang Sayyidah Khadijah ketika Rasulullah dan islam, yaitu selalu membawakan perbekalan Nabi Muhammad ketika beliau melakukan pengasingan di Gua Hira untuk melakukan ibadah mendekatkan diri kepada Allah.
Selain itu, Sayyidah Khadijah juga menjaga Nabi Muhammad saat beliau merasa takut dengan kehadiran Malaikat Jibril ketika menyampaikan wahyu Allah kepada Rasulullah saat setelah dari Gua Hira.
Khadijah juga orang yang pertama mengakui kenabian Rasulullah saat Nabi Muhammad mendapatkan risalah tersebut.
Khadijah juga memberikan semua hartanya kepada Rasulullah sebagai bantuan berdakwah Rasul.
Khadijah juga yang memberikan ketenangan kepada Rasulullah dan hati Beliau ketika sedang dalam keadaan sakit dan tidak tenang.
Maka dari semua itulah Khadijah dijuluki sebagai Ummul Mukminin dan menjadi istri yang sangat disayang oleh Rasulullah.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra