NASIONAL - Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat merupakan karya Mark Manson yang menjadi buku terlaris versi New York Times dan Globe and Mail.
Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat masih banyak dicari pembacanya hingga kini.
Dilansir radartulungagung.jawapos.com dari buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson pada 30 Maret 2024, ada nilai umum yang sebenarnya dapat menciptakan masalah, namun problem ini nyaris tidak mungkin dipecahkan.
1. Kenikmatan
Kenikmatan memang menyenangkan namun ini adalah satu nilai yang menakutkan jika dijadikan prioritas dalam kehidupan.
Penelitian menunjukkan kalau orang-orang yang memfokuskan energi mereka pada kenikmatan akan berakhir lebih cemas lebih tidak stabil secara emosional dan tertekan.
Titik kenikmatan adalah bentuk kepuasan hidup yang paling dangkal dan sebab itu sangat mudah diraih dan sangat mudah hilang.
2. Kesuksesan material
Banyak orang mengukur martabat mereka berdasarkan pada seberapa besar penghasilan mereka atau mobil jenis apa yang mereka kendarai atau apakah rumput di halaman mereka lebih hijau dan indah daripada milik tetangga sebelah.
Penelitian menunjukkan bahwa begitu seseorang mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka seperti sandang, pangan, papan, dan seterusnya, korelasi antara kebahagiaan dan kesuksesan duniawi mendekati nol.
Masalah lain yang muncul jika penilaian kita terhadap kesuksesan material terlalu berlebihan adalah bahaya untuk meletakkan nilai ini di atas semua nilainya seperti kejujuran anti kekerasan dan kasih sayang.
Baca Juga: Berkah Ramadan, Produsen Aneka Keripik Jamur di Tulungagung Kebanjiran Orderan
3. Selalu benar
Otak kita adalah mesin yang tidak efektif secara konsisten, kita membuat asumsi yang buruk, peluang yang keliru, ingatan yang salah terhadap suatu fakta bias kognitif dan keputusan berdasarkan gejolak emosi.
Faktanya orang-orang yang mendasarkan penghargaan diri mereka pada ambisi untuk selalu benar menghalangi diri mereka sendiri untuk bisa belajar dari kesalahan.
4. Tetap positif
Ada beberapa orang yang mengukur hidupnya dari sejauh mana mereka mampu untuk menjadi selalu positif dalam semua hal.
Meskipun ada sebuah ungkapan "apapun yang terjadi tetaplah optimis" sejatinya kadang hidup menyebalkan dan hal paling sehat untuk dilakukan adalah mengakuinya.
Pengingkaran terhadap emosi negatif menuntun kita untuk mengalami emosi negatif yang lebih dalam dan berkepanjangan serta disfungsi emosional.
Untuk emosi negatif adalah mengekspresikan dalam suatu cara yang dapat diterima dan sehat secara sosial, serta mengungkapkan dalam suatu cara yang selaras dengan nilai-nilai.
Dengan mengetahui nilai umum yang justru menjadi masalah baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial ini diharapkan dapat meminimalisir agar dampak yang terjadi tidak parah.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra