NASIONAL - Zulhijah merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriah yang berada di antara bulan Zulkaidah dan Muharram. Orang Jawa sering menyebutnya "Sasi Besar", yang mana tanggal 10 Zulhijah adalah hari raya Iduladha.
Ada beberapa amalan yang bisa dilakukan dalam tanggal 1 sampai 13 Zulhijah. Berikut penjelasan dari Ustazah Syarifah Halimah Alaydrus yang telah dikutip dari kanal YouTube Ustadzah Halimah Alaydrus.
Dari beliau kita bisa mendapatkan ilmu tentang amalan utama pada bulan Zulhijah.
1. Perbanyak berpuasa
Puasa Sunnah dalam bulan Zulhijah bisa dilakukan pada tanggal 1-9 Zulhijah. Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Zulhijah dan puasa Arafah di tanggal 9 Zulhijah bertepatan dengan ibadah haji di Padang Arafah.
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah terbaik sepanjang tahun. Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yakni, ‘Sesungguhnya puasa Arafah menghapuskan dosa selama 2 tahun lamanya, tahun sekarang dan tahun yang akan datang.’
Sayyidina Ibnu Abbas mengatakan bahwa tidak ada amalan yang dijanjikan akan terampuni dosa yang akan datang selain puasa hari Arafah. Beliau berkata, ‘Aku rasa ini adalah kabar gembira untuk orang yang puasa pada 9 Zulhijah bahwa umurnya masih akan panjang sampai tahun depan.’
Untuk tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah hukumnya haram dalam berpuasa. Tanggal 10 Zulhijah karena bertepatan dengan hari raya Iduladha. Sementara tanggal 11-13 Zulhijah merupakan hari tasyrik.
2. Perbanyak berzikir
Zikir yang paling utama untuk diperbanyak pada tanggal 1-10 Zulhijah atau sampak hari tasyrik yakni membaca lailahaillallah. Dibaca setiap hari terutama pada tanggal 9 ketika puasa Arafah dilaksanakan.
Kemudian pada tanggal 10-13 Zulhijah, zikir yang paling utama adalah bertakbir. Ulama mengatakan membaca takbir mulai asar atau subuh pada hari Arafah sehabis salam dalam salat.
Takbir terlebih dulu setelah itu membaca zikir yang lain. Takbir tersebut dilakukan berturut-turut selama hari raya Iduladha dan hari tasyrik sampai asar pada hari tasyrik terakhir.
3. Perbanyak berdoa dan bersedekah
Doa mustajab pada saat hari Arafah. Pada saat mendekati matahari tenggelam sama halnya dengan para muslim yang berdoa di Padang Arafah. Sama-sama berdoa kepada Allah SWT meskipun berbeda belahan bumi.
Serta pada saat malam hari raya Iduladha sebagai salah satu malam dimana doa mustajab. Di samping itu jangan lupa bersedekah.
4. Perbanyak ibadah pada malam hari raya Iduladha
Allah SWT mengatakan bahwa malam hari raya Iduladha menghidupkan hati hamba-hamba-Nya. Seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW, ‘Siapa yang suka menghidupkan malam hari raya, Allah akan menghidupkan hatinya disaat hati yang lain mati.’
“Guru saya Habib Umar bin Hafidz mengatakan hati yang lain mati itu kapan? Banyak hati mati itu kapan? Yaitu pada saat sakaratulmaut,” tutur Ustazah Halimah Alaydrus dalam kanal YouTube milik beliau.
“Malam hari Iduladha silahkan hidupkan malamnya dengan ibadah kepada Allah. Kalau bisa sholat tasbih, apa aja, banyakin takbir, banyakin baca Qur’an, istighfar, banyakin zikir lailahaillallah, dan lain-lain,” lanjut dia.
5. Bersih diri pada saat hari raya
Ketika pagi pada hari raya Iduladha disunnahkan mandi hari raya dan bersih-bersih seperti memotong kuku.
Akan tetapi untuk yang akan berkurban sebaiknya jangan memotong rambut, jangan memotong kuku, dan jangan donor darah dari tanggal awal Zulhijah sampai hewan kurban disembelih. Hal itu hukumnya sunnah karena dengan memotong hewan kurban akan mendapatkan ampunan.
Hadis Nabi Muhammad SAW yang berkata kepada Sayyidah Fatimah, ‘Wahai Fatimah saksikanlah ketika hewan kurban dipotong dengan kepalanya diampuni dosa kepalamu, dengan tubuhnya diampuni dosa tubuhmu, dengan tangan kakinya diampuni dosa tangan kakimu, dengan seluruh anggota tubuhnya diampuni dosa seluruh anggota tubuhmu.’
“Jadi rambutnya biar dapet ampunan dulu aja sebelum kamu potong, kukunya juga seperti itu, darahnya juga seperti itu jangan dikeluarin dulu dari tubuh atau donor darah sebelum kamu mendapatkan ampunan-Nya. Kalau ambil darah juga sebaiknya hindari tanggal 1-10 atau sampai hewan kurbanmu dipotong,” tutur Ustazah Halimah Alaydrus yang dimaksudkan kepada seseorang yang hendak berkurban.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra