NASIONAL - Sibuk dengan aktivitas keseharian, tentu membuat kita sering mengabaikan kesehatan kulit.
Apalagi, ketika ada yang masih menganggap bahwa penggunaan suncreen hanya diperlukan saat musim panas saja.
Faktanya, hampir semua wilayah Indonesia memiliki risiko tinggi terkena paparan matahari.
Hal ini disebabakan letak geografis Indonesia yang memiliki iklim tropis. Iklim ini membuat negara berkembang ini memiliki suhu panas yang bisa mencapai 20-30 derajat celcius.
Baca Juga: Program Rencana Pembayaran Bertahap, Solusi untuk Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan
Dengan suhu itu, paparan ultraviolet (UV) dari sinar matahari dapat berdampak buruh bagi kesehatan kulit.
Mengulik sinar UV, sinar ini merupakan radiasi elektromagnetik matahari dengan jenis UVA dan UVB yang dapat terpancar meskipun cuaca mendung atau berawan.
Dampak sinar UVA dan UVB dapat membahayakan kesehatan kulit, baik dari jangka pendek maupun jangka panjang. Kenali 4 gejalanya sebagai berikut:
1. Kulit terasa terbakar
Paparan sinar ultraviolet (UV) dalam waktu lama mampu menyebabkan kerusakan kulit dan menggelapkan warna kulit.
Hal ini disebabkan kemampuan UVB dapat mentransfer energi panas hingga ke permukaan kulit.
2. Munculnya kerutan pada kulit
Efek jangka panjang terpapar sinar ultraviolet (UV) dapat merusak kolagen dan elastin pada kulit.
Dua potensi sangat penting untuk menjaga kekenyalan dan kelembapan kulit oleh karena itu saat kulit kehilangan dua potensi tersebut dapat menyebabkan kerutan dan garis halus pada wajah.
3. Munculnya bintik hitam pada kulit
Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan pigmentasi tidak merata dan hiperpigmentasi yang membuat kulit terlihat kusam serta munculnya bintik bintik hitam pada kulit.
4. Peningkatan risiko terkena kanker kulit
Paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari itu penyebab utama kanker kulit. Sinar UVA dapat menembus lapisan kulit yang lebih dalam dan berkontribusi terhadap kanker. Di sisi lain, sinar UVB penyebab utama sunburn.
Hal ini menyebabkan risiko kerusakan DNA pada sel kulit, yang menyebabkan perkembangan kanker kulit, termasuk melanoma jenis kanker kulit yang paling bahaya bagi kulit.
Ternyata, banyak banget dampak buruk yang bisa dialami kulit jika tidak memakai suncreen, kan?
Nah, untuk menghindari dampak mengerikan di atas, sebaiknya anda jangan lupa menggunakan suncreen setiap hari, walaupun tidak terkena paparan sinar matahari secara langsung, berada di dalam rumah, kantor, bahan di ruangan tertutup, sinar UV tetap bisa masuk ke dalam ruangan tersebut dari sela-sela kaca, jendela, dan juga pintu.
Penulis: Sofiya Putri Anggraini (Mahasiswa PKM IAIN Kediri)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra