Minuman tradisional adalah minuman berbahan rempah dan herba yang memiliki kandungan zat aktif untuk menjaga kesehatan, meningkatkan imunitas tubuh dan dipercaya secara turun-temurun. Minuman tradisional awalnya diolah dengan memanfaatkan komoditas biofarmaka yang tumbuh disekitar lingkungan tempat tinggal. Hingga kini, minuman tradisional telah menjadi bagian budaya bangsa Indonesia. Selain itu, kesadaran back to nature dan efek pandemi COVID-19 telah mendorong perhatian masyarakat untuk mengonsumsi minuman tradisional semakin tinggi. Minuman tradisional sebagai traditional knowledge merupakan karya leluhur yang bernilai tinggi sehingga harus dijaga keberlanjutannya.
UMKM minuman tradisional yang semakin berkembang di Solo Raya memiliki peran besar dalam menjaga eksistensi minuman tradisional. Namun, UMKM dihadapkan pada banyak tantangan, mulai dari gempuran berbagai produk minuman kekinian, perubahan selera konsumen dan perkembangan teknologi. Disisi lain, kesiapan UMKM minuman tradisional secara internal untuk menghadapi tantangan dan tuntutan pasar juga masih perlu ditingkatkan.
UMKM minuman tradisional tersebar diseluruh kabupaten/kota di Solo Raya. Berbagai produk dihasilkan oleh UMKM mulai aneka jamu segar, jamu instan, teh telang, teh rosela, wedang jahe, wedang sereh, dan lainnya. Bukan hal mudah bagi UMKM untuk bersaing dengan pengusaha minuman kekinian (minuman soda, minuman kemasan botol ready to drink, minuman energi dan sejenisnya) yang semakin menjamur dan sangat diminati oleh konsumen khususnya segmen muda. Tingkat persaingan yang semakin tinggi menjadi tantangan besar bagi UMKM minuman tradisional untuk tetap menjaga originalitas dan kekhasan minuman tradisional. Minuman tradisional dikenal sebagai minuman kesehatan yang mengedepankan pemanfaatan bahan-bahan alami, tanpa tambahan zat pewarna, perasa dan pengawet. Hal inilah yang menyebabkan minuman tradisional memiliki value lebih jika dibandingkan produk minuman kekinian. Kandungan zat aktif pada minuman tradisional tidak dapat digantikan begitu saja dengan zat kimia. UMKM harus menjaga kualitas bahan baku, proses produksi, pengemasan, penyimpanan dan pengiriman yang tepat untuk memastikan minuman tradisional dalam kondisi yang baik ketika dikonsumsi oleh konsumen. Diperlukan standar yang jelas bagi UMKM minuman tradisional dalam berproduksi sehingga terjaga mutu produk yang dihasilkan.
Keberadaan UMKM minuman tradisonal juga memainkan peran besar sebagai penopang ekonomi masyarakat. Sebagai sektor inklusif, minuman tradisional banyak diusahakan secara personal dengan skala usaha mulai dari skala mikro (home industry), skala kecil hingga skala menengah. Kabupaten Sukoharjo, khususnya kecamatan Nguter merupakan salah satu wilayah sentra minuman tradisional di Solo Raya. Minuman tradisional telah menjadi sumber pendapatan bagi sebagian besar masyarakat. Jenis usaha yang dijalankan UMKM minuman tradisional juga beragam, ada yang bergerak disisi hulu sebagai suplier bahan baku empon-empon, produsen barang setengah jadi (simplisia kering, jamu serbuk), distributor, pedagang pengecer hingga pengusaha kafe jamu. Di Kota Solo, geliat UMKM minuman tradisional juga terlihat mulai dari jamu gendong/gerobak/sepeda/motor, pedagang jamu (kios) di Pasar Gedhe, kafe jamu dan hik atau angkringan. Demikian halnya di wilayah lainnya terlihat geliat usaha minuman tradisional dengan pola serupa.
Perhatian dan Keberpihakan Segmen Muda
Tantangan besar bagi UMKM minuman tradisional adalah bagaimana mendekati segmen muda (Generasi Z dan Post Z). Tidaklah mudah membuat segmen muda berminat pada minuman tradisional. Hal ini disebabkan paparan produk minuman kekinian yang semakin berlimpah dan literasi tentang minuman tradisional yang terbatas bagi segmen muda. Diperlukan strategi pengembangan yang tepat untuk menghasilkan minuman tradisional yang sesuai dengan selera segmen muda. Minuman tradisional dengan cita rasa yang dapat diterima segmen muda, kemasan yang menarik dan fleksibel, harga yang affordable serta akses pembelian yang mudah dan cepat. Perhatian dan keberpihakan segmen muda menjadi prioritas karena estafet menjaga keberlanjutan minuman tradisional ada ditangan generasi muda. Minuman Tradisional Goes to School and Campus dapat menjadi alternatif mengenalkan minuman tradisional kepada segmen muda. Edukasi berbasis sosial media juga menjadi sarana yang efisien.
Adaptasi dan Inovasi
UMKM minuman tradisional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dari sisi inovasi produk, UMKM harus mampu berinovasi menciptakan produk yang mampu menarik generasi muda untuk mengonsumsi. Inovasi produk seperti bentuk instan (powder), minuman dingin ready to drink, teh celup dan sirup dapat menjadi pilihan. Inovasi kemasan yang lebih aman, higienis dan eye catching harus dipertimbangkan. Inovasi pemasaran, meningkatkan komitmen dan konsistensi untuk on boarding pada ekosistem digital seperti e-commerce menjadi strategi efektif untuk menjangkau konsumen potensial dan cakupan pasar yang lebih luas. Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi khususnya e-commerce menjadi peluang besar yang dapat dimanfaatkan UMKM minuman tradisional untuk memasarkan produk dan membangun jejaring bisnis. Tentunya, intervensi dan kontribusi stakeholder diperlukan untuk merealisasikan ini. Pemerintah daerah bekerjasama dengan perguruan tinggi dan pihak media dapat memberikan edukasi efektif mulai dari sosialisasi, pelatihan, introduksi inovasi, fasilitasi dan pendampingan secara intensif. Menjaga ketersediaan pasokan bahan baku, kestabilan harga bahan baku, kemudahan akses pasar dan informasi menjadi tanggung jawab bersama oleh semua pelaku rantai pasok. UMKM minuman tradisional harus mampu melakukan transformasi bisnis seiring dengan perubahan teknologi dan inovasi yang semakin cepat dan advanced dimasa mendatang. Melalui berbagai upaya ini, diharapkan UMKM akan mampu meningkatkan peran dan tugasnya sebagai penjaga warisan rasa (minuman tradisional) sebagai produk budaya, menghasilkan produk pangan sehat yang dibutuhkan masyarakat luas sekaligus sebagai penopang ekonomi masyarakat.
Editor : Nance ArsitaSumber : Radar Tulungagung