KOTA, Radar Tulungagung - Setiap 24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Nasional. Ini ditujukan bagi para dokter atas dedikasinya yang hingga sekarang terus mengabdi sebagai pelayan kesehatan. Dengan distribusi dokter yang masih tersentralisasi di daerah kota, mengakibatkan penyebaran belum merata.
Dampaknya, jumlah dokter di kota cenderung lebih banyak. Ditambah, kini juga banyak fakultas kedokteran yang baru. Karena itu, dokter dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dengan tetap mengutamakan kualitas pelayanan, keselamatan pasien, empati, dan bekerja sesuai kompetensinya.
"Saya berpikir untuk menjadi pengusaha dengan membuat skincare Trisna Aesthetic, membuat klinik rawat inap, supplier alat kesehatan, mendirikan kos-kosan, membuat kontrakan, kios, dan lain sebagainya,” ujar dr Oscar R. Amarta MKes.
“Dokter zaman sekarang juga harus upgrade diri, dengan mengikuti pelatihan-pelatihan, seminar-seminar, workshop, sehingga tidak ketinggalan perkembangan penyakit, dunia kesehatan, ataupun bisnis yang dinamis," imbuhnya.
dr Oscar serius menjalani bisnisnya. Bahkan, dia rela resign sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang merupakan pekerjaan idaman banyak orang. Apalagi dia memiliki jiwa pengusaha yang tinggi. Itu merupakan didikan dari orang tuanya, Triswati Sasmito, yang juga memiliki latar belakang bidan serta pengusaha.
Klinik Trisna Medika Ngadiluwih berlokasi di pinggiran kota dan di pinggir jalan provinsi. Ini merupakan klinik milik dr Oscar. Selain menangani kasus umum, Klinik Trisna Medika Ngadiluwih juga banyak menangani kasus kecelakaan, menjahit dan merawat luka, bahkan menangani kasus gigitan ular.
"Klinik Trisna Medika Ngadiluwih juga sudah melayani peserta JKN/BPJS/KIS sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah. Selain itu, banyak memberikan pelayanan USG skrining dasar kehamilan, pemeriksaan kehamilan dan persalinan, karena memiliki cita-cita suatu saat klinik bisa berkembang menjadi RSIA seperti RSIA Trisna Medika Tulungagung," papar dr Oscar. (yay/c1/wen)
Editor : Nance Arsita