TULUNGAGUNG - Masyarakat bisa memanfaatkan mudik gratis libur Nataru 2024/2025 untuk pulang ke kampung halaman.
Pasalnya Kemenbub RI kembali mengadakan mudik gratis di momen libur Nataru 2024/2025.
Baca Juga: Angkutan Masal Siap Bawa Pemudik Nataru 2024/2025, Menhub: Sudah Kami Koordinasikan Lintas Instansi
Program mudik gratis tersebut untuk mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas khususnya bagi sepeda motor dan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan.
Apalagi diperkirakan bakal ada jutaan masyarakat yang memanfaatkan libur Nataru 2024/2025 untuk mudik.
Baca Juga: Tiga Minggu Jelang Nataru, 710.694 Tiket Kereta Api Sudah Terjual
“Kemenhub menyediakan 3 program mudik gratis pada masa Nataru 2024/2025 dengan total kapasitas 38.772 penumpang dan 2.320 sepeda motor,” kata Menhub Dudy Purwagandhi.
Adapun program mudik gratis dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat meliputi 11 rute tujuan mudik.
Baca Juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Begini Tindakan Disparbud Trenggalek
Yakni dari Jakarta ke Solo, Yogyakarta, Surabaya, Wonosobo, Semarang, Wonogiri, Cilacap, Purwokerto, Malang, Madiun, serta Kediri dengan 88 unit bus dan 2 unit truk (3.500 penumpang).
Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyediakan lintas Jakarta Gudang - Lempuyangan melalui Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Purwokerto, Stasiun Kutoarjo, serta Stasiun Lempuyangan (PP).
Baca Juga: Realisasi Retribusi Parkir di Tulungagung Seret, Alasannya Mencengangkan!
Dengan kapasitas 5.300 penumpang dan 2.320 sepeda motor (periode angkutan motor gratis 10 hari).
Kemudian, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyediakan 100 ruas trayek pelayaran angkutan laut (PP) dengan kapasitas 29.972 penumpang.
Untuk memastikan kelancaran angkutan Nataru 2024/2025, Menhub meminta dukungan dan sinergi dari berbagai kementerian dan lembaga.
“Diperlukan sinkronisasi kebijakan antarpelaksana melalui koordinasi, sosialisasi kebijakan media massa dan online, serta kerja sama dengan pemerintah daerah serta dinas terkait,” ucap Menhub. ***
Editor : Dharaka R. Perdana