NASIONAL - Kemudahan yang dihasilkan dari penggunaan teknologi tidak hanya dirasakan dari kalangan orang dewasa, tetapi juga dari kalangan anak-anak.
Menurut data BPS, anak usia dini yang telah menggunakan gadget di Indonesia berjumlah 33,44 persen, dengan rincian 25,5 persen berusia 0-4 tahun, sedangkan 52,76 persen berusia 5-6 tahun.
Mereka menggunakan gadget untuk mengakses youtube atau bermain game online.
Baca Juga: Jabatan Ipin-Syah sebagai Bupati-Wabup Trenggalek Batal Berakhir Tahun Ini, Begini Penjelasan Mas Ipin
Penggunaan gadget yang berlebihan menimbulkan dampak yang cukup mengkhawatirkan.
Salah satu dampak negatifnya yakni anak cenderung asik bermain gadget dibanding bermain dengan teman sebayannya, sehingga mereka tumbuh menjadi anak-anak yang individualis.
Hal ini yang kemudian menggeser tembang dolanan dalam permainan tradisional yang kini hampir dilupakan, seperti gundul pacul, sluku-sluku batok, cublak-cublak suweng, ataupun ilir-ilir. Permainan tradisional ini semakin hilang tergerus zaman.
Namun, di balik dampak negatif tersebut, masih terdapat dampak positif yang ditimbulkan dari penggunaan gadget, salah satunya adalah meningkatnya daya kreatifitas anak-anak dengan melestarikan permainan tradisional cublak-cublak suweng yang dimodifikasi dengan lagu berbahasa inggris ‘Apt’ karya ROSE Blackpink dan Bruno Mars.
Dalam video yang diposting ulang oleh @dagelanmusikofficial, pada Minggu lalu (24/11) mengutip dari radar kediri.
Di dalam video tersebut menampilkan momen 4 anak kecil laki-laki yang tengah bermain bersama.
Uniknya, mereka mengiringi permainan tersebut tidak hanya dengan lagu daerah saja, tetapi juga menambah lagu yang tengah populer dari Korea Selatan tersebut. Video yang awalnya diupload dari akun @indy.ka telah dilihat 8,2 juta penonton.
Kreativitas ini juga menjadi salah satu cara yang bisa digunakan untuk melestarikan permainan tradisional sekaligus tembang dolanan di tengah arus modernisasi.
Mengingat, tembang dolanan cublek-cublek suweng memiliki sejarah begitu panjang.
Tembang yang sarat akan makna ini diciptakan oleh Syekh Maulana Ainul Yaqin untuk menyebar agama Islam di Nusantara.
Penelitian yang pernah dilakukan oleh Freddy Widya Ariesta (2019) menyatakan bahwa tembang cublek-cublek suweng memiliki ajaran moral antara hubungan manusia dengan Tuhan, ajaran moral antara hubungan manusia dengan manusia lain, dengan dirinya sendiri, serta hubungannya dengan alam.
Terdapat beberapa alasan mengapa tembang dolanan dalam mengiringi permainan tradisional ini patut dilestarikan, diantaranya: tembang ini dapat membentuk nilai karakter pada diri anak, seperti bertanggung jawab, jujur, tidak sombong, rendah hati, disiplin, dan saling menghargai satu sama lain.
Aktivitas ini juga dapat mengembangkan aspek psikologis sebagai saranan belajar menuju persiapan dunia orang dewasa. Tembang dolanan juga merupakan salah satu aset seni budaya warisan dari para leluhur bangsa yang harus dilestarikan dan disebarluaskan.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra