NASIONAL - Dalam rangka mensukseskan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan, Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Kediri bekerjasama dengan
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, menggelar talkshow literasi keuangan.
Acara tersebut berlangsung penuh semangat yang diikuti ratusan mahasiswa UIN SATU Tulungagung di Gedung Prajnaparamita kemarin.
Menurut Kepala Cabang BTN Kediri Laloria Pardede, melalui Deputy Branch Manager Business BTN Kantor Cabang Kediri Erwien Danurwenda menyatakan, bahwa BTN ditunjuk sebagai salah satu perbankan penggiat literasi keuangan di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, untuk mendukung ekosistem keuangan digital di kalangan muda. Sehingga, melalui kegiatan ini bisa memberikan bekal pengetahuan kepada mahasiswa tentang pengelolaan keuangan sejak dini.
“Kami berharap mahasiswa bisa memahami konsep dasar pengelolaan keuangan yang akan berdampak positif di masa depan. Dengan literasi keuangan, mereka diharapkan lebih bijak dalam mengatur keuangan pribadi,” tandas Erwien.
Erwien juga menyoroti maraknya pinjaman online (pinjol) yang perlu diwaspadai. “Dengan perkembangan teknologi, banyak sekali tawaran keuangan digital yang bisa berdampak negatif jika tidak dikelola dengan bijak. Penting bagi mahasiswa untuk memahami risiko dan memanfaatkan teknologi secara tepat,” tambahnya.
Sementara itu, Sub Branch Head BTN Tulungagung Yocki Surya Pratama menambahkan, bahwa literasi keuangan adalah upaya untuk membekali mahasiswa dengan kecakapan mengelola keuangan di era digital.
“Teknologi keuangan kini berkembang pesat, mulai dari fintech hingga layanan digital lainnya. Kami ingin mahasiswa paham bahwa selain manfaat, ada pula risiko yang harus mereka kelola dengan bijak,” tuturnya.
Untuk diketahui, dikesempatan tersebut, BTN Kediri juga memberikan bantuan bertajuk TJSL berupa alat praktikum Lab untuk Falkutas Psikologi UIN SATU Tulungagung.
Melalui talkshow ini, BTN mengajak mahasiswa untuk memahami pentingnya menabung, berinvestasi, dan mengelola keuangan dengan baik agar terhindar dari dampak buruk pengelolaan keuangan yang salah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang cerdas finansial, siap menghadapi tantangan ekonomi digital masa depan. (Ik1)
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra