RADAR TULUNGAGUNG - Tidak lama lagi, warga etnis Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek
Tahun baru Imlek sendiri identik dengan warna merah yang ceria dan juga menyala.
Mereka meyakini bahwa warna merah saat Tahun Baru Imlek membawa keberuntungan serta kebahagian dan kelimpahan.
Oleh karena itu tidak baik jika memutus keberuntungan tersebut dengan beberapa hal.
Di sisi lain, ada beberapa hal yang konon tidak boleh dilakukan warga Tionghoa pada Tahun Baru Imlek
Berikut ulasannya.
1. Anak Perempuan yang Sudah Menikah Tidak Boleh Pulang Merayakan Imlek Hari Pertama ke Rumah Orang Tuanya.
Mereka meyakini bahwa anak perempuan yang sudah menikah adalah milik suami dan keluarga suami.
Sehingga sudah seharusnya memprioritaskan suami dan keluarga suami.
Jika sudah selesai merayakan imlek dengan suami, baru boleh pulang ke rumah orang tua di hari kedua.
2. Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek di Hari Kedua
Bagi sebagian Tionghoa khususnya Hokkien Medan mempercayai bahwa hari kedua adalah momen untuk mengenang para leluhur.
Hari kedua adalah saat untuk mengucapkan selamat tahun baru kepada yang sudah meninggal.
Jadi, jangan mengucapkan ke orang yang masih hidup ya!
3. Menyapu
Masyarakat Tionghoa percaya bahwa menyapu rumah itu sama dengan menyapu keberuntungan yang masuk kerumah.
Baca Juga: Inilah Ki Marjuki Mardi Sabdo, Dalang Ruwat Langganan Pemkab Tulungagung
4. Membuang Sampah
Seperti halnya menyapu, membuang sampah apapun itu saat Imlek juga dilarang.
Mereka mempercayai bahwa membuang sampah sama halnya dengan membuang keberuntungan setahun ke depan.
5. Meminjam Uang
Meminjam uang atau menagih uang saat Imlek merupakan hal yang sangat dilarang.
Semua utang harus sudah dibayar sebelum malam Tahun Baru Imlek.
Hal ini dilarang karena mereka percaya bahwa menagih utang atau meminjam uang dihari Imlek akan membawa ketidakberuntungan sepanjang tahun ke depan.
6. Sarapan Bubur
Dalam kepercayaan Tionghoa, bubur merupakan makanan orang miskin, sehingga memulai tahun baru dengan memakan bubur dianggap tabu.
7. Menggunakan Benda Tajam
Benda tajam seperti jarum, gunting, termasuk menjahit baju juga menjadi hal yang tabu dilakukan saat Tahun Baru Imlek.
Mereka percaya bahwa hal tersebut dapat memutus keberuntungan dan kekayaan di tahun baru.
8. Memecahkan Barang
Bisa berupa gelas, piring, dan apapun yang bisa pecah sebaiknya sangat dihindari.
Jika tidak sengaja memecahkan, harus dibungkus semua pecahannya dengan kain merah dan dengan mengucapkan kata “sui sui ping san” yang artinya damai sepanjang tahun.
9. Memakai Baju Hitam Putih
Kedua warna ini dianggap sebagai simbol berkabung.
Warna hitam dianggap sebagai pembawa nasib buruk dan tidak sesuai dengan konsep tahun baru yang seharusnya penuh suka cita.
Warna putih juga sama halnya warna hitam, di mana putih dianggap sebagai bentuk dukacita dan kematian.
Baca Juga: Tragis, Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Kolam Limbah Daur Ulang Plastik di Kecamatan Pogalan
10. Mencuci Pakaian dan Keramas
Hal ini pantang sekali dilakukan saat imlek hari pertama dan hari kedua.
Kedua hari tersebut diperingati sebagai hari besar Shui Shen atau Dewa Air.
Sementara mencuci pakaian dilarang karena dianggap tidak sopan kepada Sang Dewa.
Keramas dilarang karena pelafalan kata rambut “tou fa” dalam Chinese Mandarin sama dengan pelafalan Gong Xi Fa Chai “fa cai” yang artinya selamat menjadi kaya.
Sehingga ketika membasuh rambut, dipercaya akan menghapus keberuntungan dari diri manusia. (vivi)
Editor : Dharaka R. Perdana