RADAR TULUNGAGUNG - Tahun baru Imlek menjadi perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa.
Tahun Baru Imlek dianggap membawa kebahagiaan, keberuntungan, kemakmuran, dan diharapkan membawa banyak hal baik di masa yang akan datang bagi masyarakat Tionghoa.
Baca Juga: Saat Imlek Jangan Lakukan 10 Hal Pantangan Ini, Nomor 8 Hubungan dengan Perkakas Dapur
Banyak tradisi unik saat Tahun baru Imlek yang telah dipercayai dan dihormati masyarakat Tionghoa secara turun temurun dan tentunya memiliki simbol-simbol tertentu.
Makanan menjadi salah satu bagian dari simbol yang dipercayai masyarakat Tionghoa.
Baca Juga: Tilap Duit Perusahaan, Karyawan Bu Dendy Tulungagung Divonis 3 Tahun Penjara
Di sisi lain dari makanan yang wajib ada saat perayaan Tahun Baru Imlek tentu ada makanan yang pantang dikonsumsi.
Atau hanya sekedar disajikan dan ini harus diikuti keturunan Tionghoa sebagai penghormatan terhadap budaya tradisional Tionghoa.
Berikut makanan yang pantang dikonsumsi saat Tahun Baru Imlek:
Baca Juga: Mengenaskan, Jalan Desa Nglutung di Tulungagung Lebih Mirip Jalur Off-road
1. Segala Macam Gu a
Pasalnya kata “gua” sendiri mirip dengan pengucapan “Gu a” yang memiliki arti hambar, sedikit, atau menjanda.
Pengucapan tersebut dianggap memiliki arti yang kurang baik, apalagi pengucapan “Ku gua” atau pare yang memiliki filosofi kurang baik dan memiliki rasa yang pahit.
Makanan-makanan yang memiliki kata “gua” seperti “Xi gua” atau semangka, “Mu gua” atau pepaya, “Ha mi gua” atau blewah, dan lain-lain.
2. Makanan Berjumlah Ganjil
Masyarakat Tionghoa sering berkata “Ha oshi cheng shuang” yaitu hal baik datang berpasangan.
Masyarakat Tionghoa totok (keturunan murni Tionghoa) pantang memberikan sajian dan mengonsumsi makanan yang memiliki jumlah ganjil saat Tahun Baru Imlek.
Baca Juga: Inilah Ki Marjuki Mardi Sabdo, Dalang Ruwat Langganan Pemkab Tulungagung
Pantangan ini dipercaya melambangkan sesuatu hal yang buruk, maka makanan harus disajikan dalam jumlah genap kecuali angka 4 yang memiliki simbol kematian dan nasib buruk.
Pada pantangan yang satu ini masih sangat kental pada budaya tradisional Tionghoa.
Bahkan ketika berkunjung pada Tionghoa totok seperti di Kalimantan barat pasti menemukan makanan yang disajikan dalam jumlah genap.
3. Bubur
Sejak zaman dahulu nenek moyang masyarakat Tionghoa memberi anggapan dan percaya bahwa bubur lekat dengan kemiskinan.
Bukan bermaksud masyarakat Tionghoa dilarang makan bubur.
Tapi disarankan untuk menghindari mengonsumsi bubur saat membuka lembaran tahun baru pada Tahun Baru imlek.
Baca Juga: Stok Pangan Tulungagung Aman, Tahun Lalu Surplus Puluhan Ribu Ton
4. Makanan Super Pedas
Sebagian Tionghoa totok (keturunan murni Tionghoa) mengaitkan makanan over pedas dengan emosi yang meledak-ledak juga ketidakstabilan.
Makanan ini dianjurkan untuk dihindari selama perayaan imlek berlangsung.
5. Roti Berongga atau Berlubang
Masyarakat Tionghoa mempercayai sebagai rezeki yang bolong atau juga menandakan sesuatu hal yang tidak baik.
Dari kepercayaan yang tidak baik tentang roti berongga, Tionghoa totok (keturunan murni Tionghoa) menjadikan makanan tersebut sebagai pantangan jika dikonsumsi saat Tahun Baru Imlek
Baca Juga: Tak Semua Jalur Perlintasan Langsung di Tulungagung Dijaga, Ini Penjelasan Dinas Perhubungan!
6. Buah Salak
Buah salak memiliki kulit bersisik tajam yang menusuk sehingga melambangkan kehidupan yang sulit di masa yang akan datang.
Makna dari buah salak sendiri membuatnya pantang dan dihindari untuk dimakan saat hari imlek.
Makanan di atas merupakan makanan yang dihindari masyarakat Tionghoa saat Tahun Baru imlek.
Jadi bagaimana sudah tahu apa makanan yang pantang dikonsumsi untuk Tahun Baru Imlek? (ervi)
Editor : Dharaka R. Perdana
Sumber : TikTok @maymay_lie