Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

3 Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem, Berikut Imbauan BMKG

Dharaka R. Perdana • Senin, 3 Februari 2025 | 15:08 WIB

Prediksi cuaca di Tulungagung, besok akan turun hujan lebih awal.
Prediksi cuaca di Tulungagung, besok akan turun hujan lebih awal.

RADAR TULUNGAGUNG - Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan mendera di awal Februari ini.

Hal ini dipicu keberadaan tiga bibit siklon tropis di perairan Samudera Hindia yang menjadi pemicu munculnya cuaca ekstrem.

Baca Juga: Masyarakat Kudu Lebih Teliti, Ternyata Masih Banyak Produk di Kabupaten Tulungagung yang Belum Tersertifikasi Halal

Bahkan diperkirakan cuaca ekstrem bakal terjadi di 14 provinsi di Indonesia.

Plt Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan, dalam sepekan terakhir tercatat curah hujan sangat lebat hingga ekstrem terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

Di antaranya, 229 mm/hari di Kalimantan Timur, 192 mm/hari di Sulawesi Tengah (26/1/25), 154 mm/hari di Kepri (27/1/25), dan 264 mm/hari di sekitar wilayah Jabodetabek (28/1/25).

Baca Juga: Waduh, Butuh 5-10 Miliar Untuk Permak Pasar Rejotangan Agar Potensinya Maksimal

“Oleh karena itu, masyarakat yang berada di daerah rawan bencana diimbau untuk lebih waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem. Tetaplah mengikuti informasi terbaru dari BMKG guna memperkuat langkah antisipasi dan meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi,” kata Dwikorita pada saat konferensi pers bertajuk Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia, Sabtu (1/2).

Berdasarkan analisis terbaru BMKG per 1 Februari 2025, terdeteksi adanya gangguan atmosfer di selatan Indonesia, khususnya di Samudera Hindia selatan Banten dan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB), berupa Bibit Siklon Tropis 90S dan 99S.

Baca Juga: 2.763 Peserta Mendaftar PPPK Gelombang II di Tulungagung, Lokasi Tes Kompetensi Tunggu Kebiijakan Pemerintah Pusat

Kehadiran kedua bibit siklon ini memengaruhi kondisi cuaca di pesisir selatan Jawa, Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meskipun pergerakannya terpantau menjauhi Indonesia, keduanya masih berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 2-3 hari ke depan.

Baca Juga: Puluhan Botol Miras Berhasil Diamankan Petugas, Diduga Jadi Penyebab Konflik Perguruan Silat

Selain itu, teridentifikasi pula Bibit Siklon Tropis 96P di Teluk Carpentaria, Australia, yang berkontribusi terhadap meningkatnya potensi cuaca ekstrem di Papua dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, sejumlah fenomena atmosfer lainnya diperkirakan tetap berperan dominan dalam dinamika cuaca selama sepekan ke depan.

Di antaranya, pertama, dampak La Niña Lemah, Monsun Asia dan Seruakan Dingin (Cold Surge), aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Atmosfer Kelvin dan Rossby, Labilitas Atmosfer dan Zona Konvergensi.

Baca Juga: Cuaca Buruk, Harga Ikan Laut di Tulungagung Melonjak

“Kombinasi fenomena-fenomena tersebut, dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 2–7 Januari 2025. Beberapa daerah yang terdampak antara lain, Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, NTB, NTT, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jawa Barat, dan Jambi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, Dwikorita turut meminta pemerintah daerah, pihak terkait dan masyarakat untuk siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Baca Juga: Cuaca Tulungagung di Sepanjang Januari Masih Ekstrem, Ini Ramalan BMKG!

Adapun tindakan yang perlu dilakukan untuk antisipasi longsor ialah menghindari berada di kawasan rawan tanah longsor mulai saat hujan, tidak mengganggu/melakukan penggalian pada lereng-lereng di kawasan rawan tanah longsor.

Dan, mewaspadai apabila terjadi tanda-tanda lereng akan longsor, segera menghindar dari lereng dan melapor ke aparat yang berwenang untuk segera dilakukan pengamanan lokasi.

“BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak yang mungkin terjadi,” pungkas Dwikorita

Baca Juga: Nyaris Identik, Berikut Perbedaan Daun Ketumbar, Parsley, dan Seledri

Selain itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto juga mengingatkan potensi gelombang tinggi sebagai dampak dari adanya bibit siklon tropis berkisar antara 2.5 m-4.0 m.

Hal ini diprediksikan terjadi di Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Samudera Hindia selatan Banten hingga NTT, Laut Sawu, Perairan Kupang–Pulau Rote, Laut Maluku, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat Daya hingga Papua, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

“Karena usaha mitigasi bencana hidrometeorologi yang sesungguhnya adalah mengenali perkembangan cuaca dan lingkungan di sekitar tempat tinggal kita,” ujarnya. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#bmkg #gelombang tinggi #Hidrometeorologi #cuaca #cuaca ekstrem #curah hujan #curah hujan tinggi