Radar Tulungagung - Peringatan darurat kembali mengudara pada Selasa (4/2/2025). Diketahui peringatan dararut kali ini dipicu karena berbagai kejadian yang terjadi pada 100 hari masa jabatan Presiden Prabowo.
Peringatan darurat dengan menyematkan lambang negara Indonesia yakni Garuda. Berbeda dengan sebelumnya, peringatan darurat kali ini memiliki latarbelakang hitam.
Diketahui munculnya kembali peringatan darurat ini dipicu lantaran berbagai kejadian yang terjadi pada 100 hari jabatan baru Presiden Prabowo.
Setidaknya ada 13 poin petisi pada pesan peringatan darurat kali ini. Dimana peringatan darurat tersebut ramai diunggah oleh pengguna media sosial.
Berikut 13 poin petisi pada peringatan darurat tersebut:
1. Terkait Gas LPG 3 Kg
Diketahui gas subsidi 3 kg sebelumnya dilaran untuk dijual oleh pengecer. Adapun keputusan aturan ini menimbulkan kelangkaan gas melon tersebut.
2. Tunjangan Dosen Dihapus
Tunjangan atas kinerja dosen ini kian memperkeruh kondisi pendidikan di tanah air. Dilansir dari Tempo, Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyatakan bahwa tunjangan kinerja atau tukin dosen tidak dapat dibayarkan sejak 2020 hingga 2024.
3. Penggusuran Rumah
Fenomena penggusuran rumah masyarakat terjadi di berbagai daerah. Dimana penggusuran ini dinilai dilakukan secara semena-mena lantaran para pemilik tanah telah mengantongi sertifikat hak millik (SHM). Sebagian masyarakat menilai pennggusuran ini sebagai kepentingan korporasi belaka.
4. Kasus Keracunan Siswa Akibat MBG
Sejumlah siswa di berbagai daerah di tanah air mengalami keracunan diduga setelah mengkonsumsi makanan dari program makan bergizi gratis (MBG). Diketahui hingga kini belum ada SOP yang jelas dalam pelaksanaan program tersebut.
5. Kondisi Ekonomi
Diketahui saat ini kondisi perekonomian di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Dimana kondisi ekonomi saat ini tengah krisis stagnasi menuju stagflasi tahap awal.
6. Multifusi APH
Adanya dugaan multifungsi aparat penegak hukum (APH), baik dari TNI dan Polri di berbagai sektor.
7. Militerisasi
Kondisi militerisasi di wilayah Papua masih terus berlanjut hingga saat ini.
8. Pemindahan Prioritas
Pemindahan prioritas pendidikan dan kesehatan nasional diturunkan dari prioritas utama menjadi prioditas pendukung.
9. Sikap Pejabat
Mentri dan pejabat dinilai kerap menggunakan Patwal seenaknya.
10. Harga Buku menjadi Mahal
Harga buku yang kerap menjadi sumber rujukan oleh akademisi, kini menjadi mahal.
11. Kondisi BBM
Fenomena bahan bakar minyak (BBM) di pom bensin swasta menghilang secara mencurigakan.
12. Ancaman Menyampaikan Kritik
Sikap pemerintah yang anti kritik dinilai semakin meningkat pada era pemimpin baru ini. Bahkan ancaman untuk menyampaikan kritik secara terbuka.
13. Eksploitasi Cagar Budaya
Eksploitasi Candi Borobudur oleh PT. TWC dan MBC atas izin Kementrian Agama.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz