Sunnah puasa yang dianjurkan oleh beberapa Nabi terdahulu memiliki keutamaan yang banyak
Selain puasa wajib, dalam Islam juga banyak puasa sunnah.
Beberapa puasa sunnah yang bisa dilakukan.
- Puasa Senin-Kamis
Puasa yang dilakukan pada hari Senin dan Kamis setiap minggu.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan puasa ini.
Keutamaan puasa ini adalah meningkatkan keberkahan rezeki, dan meningkatkan kesehatan fisik.
- Puasa Daud
Puasa yang dilakukan dengan pola sehari berpuasa dan sehari berbuka, seperti yang dilakukan Nabi Daud AS.
Puasa ini memiliki keutamaan yang sangat banyak.
Salah satunya adalah menentramkan kondisi jiwa, agar terhindar dari penyakit.
- Puasa Ayyamul Bidh
Puasa yang dilakukan pada hari-hari yang cerah karena disinari bulan purnama.
Puasa ini biasanya dilakukan pada tanggal 13, 14, atau 15 pada bulan-bulan hijriah.
- Puasa Syawal
Puasa yang dilakukan selama 6 hari di bulan Syawal setelah bulan Ramadan.
Puasa Syawal dilakukan pada tanggal 2 – 7 Syawal.
Keutamaan puasa di 6 hari bulan Syawal adalah mendapatkan pahala seperti berpuasa selama setahun penuh.
- Puasa Arafah
Puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Idul Adha.
Puasa ini memiliki keutamaan berupa penghapusan dosa 1 tahun yang lalu.
- Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dilakukan setelah puasa Arafah yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Keutamaan puasa pada tanggal ini adalah pengampunan dosa dari satu tahun yang lalu dan juga pengampunan dosa untuk satu tahun kedepan.
- Puasa akhir tahun dan awal tahun hijriah
Sasi suro atau bulan Muharram, dipercaya sebagai hari yang sangat dihormati bagi kaum muslimin.
Bulan Muharram merupakan bulan pertama di tahun hijriah.
Pada tanggal 1 Muharram, kaum muslimin banyak yang berpuasa awal tahun.
Harapannya semoga ditahun yang akan datang selalu diberi rezeki dari Allah
Satu hari sebelumnya, kaum muslimin juga menjalankan puasa akhir tahun.
Berharap bahwa tahun itu akan ditutup dengan rezeki yang baik.
- Puasa Tasuah dan Asyura
Puasa yang dilakukan berturut-turut pada hari ke-9 dan ke-10 bulan Muharram.
Puasa ini dipercaya dapat menghapus dosa selama satu tahun yang lalu.
- Puasa Rajab
Puasa yang dilakukan untuk menghormati bulan haram Rajab.
Puasa ini boleh dilakukan selama stau bulan penuh.
Istiqomah mengerjakan puasa rajab akan membawa kebersihan hati, membawa ketakwaan, dan memberi perlindungan dari neraka.
- Puasa Nisfu Sya’ban
Puasa terakhir yang dilakukan dibulan Sya’ban.
Yaitu ketika tanggal 13, 14, 15 Sya’ban.
Setelah itu, puasa dibulan Sya’ban haram dilakukan.
Kecuali kalau memang itu puasa rutin sebulan Sya’ban penuh.
Puasa nisfu Sya’ban tidak hanya menjadi sarana untuk mendapatkan pahala, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT
(Vivi)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz