Radar Tulungagung - Momen valentine seharusnya menjadi momen yang berkenan dan selalu teringat dalam perjalanan pasangan.
Tidak ada salah jika kamu memberi hadiah kepada pasanganmu, entah itu hadiah maintream atau hadiah antimainstream.
Valentine mungkin memang bukan budaya yang ada di Indonesia, namun memberi hadiah kepada pasangan saat valentine itu ya sah sah aja ya kaaaannnn.
Berikut beberapa rekomendasi hadiah valentine yang antimainstream dan bisa buat pasangan yang sedang LDR.
Lilin aromaterapi
Aroma atau wewangian, merupakan hal yang dapat membekas di ingatan manusia.
Wangi yang menenangkan membuat mood pasangan kamu menjadi lebih baik.
Selain itu lilin aromaterapi memiliki vibes khas yang romantis.
Cocok untuk teman saat ngedate dirumah aja nih!
Buat kamu yang LDR, lilin aromaterapi dapat mengingatkan satu sama lain tentang aromanya loh.
Kotak musik
Kotak musik dapat diputar dimanapun dan memiliki kesan unik didalamnya.
Berisi tentang lagu kesukaan kalian berdua atau lagu yang menjadi kisah kalian, sehingga dapat mengingat satu sama lain.
Bentuk kapsul waktu
Hadiah ini sangat unik dan kreatif.
Kamu bisa membuat kapsul waktu bersama pasangan yang berisi surat cinta, foto, atau benda-benda kecil yang mewakili hubungan kalian.
Selain itu, kamu bisa mengingatkan pasanganmu tentang hal-hal lucu yang menjadi kenangan kalian dimasa lalu.
Kapsul ini bisa disimpan dan dibuka beberapa tahun ke depan sebagai kenangan indah tentang cinta kalian di masa lalu.
Hadiah DIY (Do It Yourself)
Rekomendasi hadiah Valentine untuk cowok atau cewek selain coklat yang bisa kamu berikan adalah hadiah buatan tangan.
Hadiah DIY selalu memiliki nilai yang tinggi karena personal dan menunjukkan perhatian khusus.
Selain unik, hadiah DIY menunjukkan perhatian dan usaha yang lebih besar.
Kamu bisa mencoba membuat scrapbook kenangan berisi foto-foto perjalanan cinta kalian, atau membuat lilin aromaterapi dengan wangi favorit pasanganmu.
Hadiah-hadiah ini bukan hanya tentang materi, tetapi lebih tentang sentuhan personal yang membuatnya lebih bermakna.
(Vivi)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz