Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ini Alasan Mengapa Desa Panglipuran di Bali Dinobatkan Menjadi Desa Terbersih Di Dunia

Redaksi Radar Tulungagung • Kamis, 13 Februari 2025 | 19:37 WIB
Foto Desa Panglipuran
Foto Desa Panglipuran

Radar Tulungagung - Siapa yang ngga tau kalau desa terbersih di dunia ada di Indonesia? Desa Panglipuran di Bali dinobatkan oleh UNESCO sebagai desa terbersih ketiga di dunia.

Terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, desa ini menjadi destinasi wisata budaya yang populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dilansir dari kanal YouTube Roadtrip Indonesia Desa Panglipuran dikenal karena keindahan, kebersihan, dan kekentalan budayanya.

Sebagai desa terbersih di dunia tentu kebersihan di sini terjaga dengan baik tidak ada sampah berserakan di jalanan desa.

Sistem pengelolaan sampah yang ketat termasuk pemisahan sampah organik dan nonorganik, warga di sini memiliki kesadaran yang sangat tinggi terhadap kebersihan desa.

Berjalan di jalanan yang bebas sampah, tanpa suara bising karena tidak diperkenankan ada kendaran lewat disini baik motor maupun mobil hanya ada kicauan burung dan pejalan kaki yang nampak di desa ini.

Suhu di desa ini berkisar dari 18 sampai 25 derajat Celcius yang terletak di ketinggian 600 sampai 700 meter dari permukaan laut dan berjarak 45 km dari Kota Denpasar tak heran betapa sejuknya menikmati pagi hari di desa ini.

Panglipuran juga meraih berbagai penghargaan seperti Kalpataru, Indonesia Sustainable Tourism Award, dan Top 100 Sustuinable Destination.

Penasaran ngga sih apa saja kriteria desa ini sehingga bisa dinobatkan menjadi desa paling bersih di dunia salah satunya adalah pelestarian budaya lokal.

Masyarakat di sini tetap menjalankan adat istiadat dan tradisi Bali seperti sistem sosial dan upacara keagamaan, jadi Desa Panglipuran ini mempunyai konsep tata ruang yang membagi seluruh kampung yang disebut “Tri Mandala”. Desa dibagi menjadi tiga wilayah yaitu:

 

Utama Mandala

Zona teratas, dimana para dewa bersemayam. Terdapat pura-pura megah bagi masyarakat untuk berdoa dan memberikan sesaji.

Madya Mandala

Zona tengah, tempat ini digunakan sebagai aktivitas masyarakat sehari-hari. Di sinilah rumah-rumah tradisional masyarakat tertata rapi dengan sekitar 70-an rumah, serta jalanan yang bersih dan nyaman untuk berjalan kaki.

Nista Mandala

Zona Paling Bawah, yang berfungsi sebagai area pembuangan dan pengelolaan limbah. Eitss tentu saja kebersihan masih tetap di jaga di tempat ini.

Memiliki luas desa 100 hektar lebih desa ini memiliki hutan bambu didalamnya dengan luas 45 hektar.

Hutan bambu ini digunakan sebagai cadangan air dan bambunya digunakan penduduk di sini untuk membangun bangunan tradisional serta peralatan rumah tangga.

Tidak hanya hutan bambu Desa Panglipuran juga mempunyai hutan adat yang sakral dan masih murni.

Hutan ini merupakan bagian dari kawasan suci yang dijaga ketat oleh masyarakat, tidak sembarang orang boleh menebang pohon atau merusak vegetasi di dalamnya karena dianggap bisa membawa kesialan bagi desa.

Desa Panglipuran berhasil mempertahankan dan merawat tradisi budaya leluhur sehingga ramai orang dari berbagai penjuru dunianya datang.

Bagaimana nih sobat RaTu?, Desa panglipuran siap menunggu kalian untuk mengagumi keindahan alam, keunikan budayanya, dan keramahan penduduknya. (Neha)

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#Desa Panglipuran #unesco #kebersihan #desa terbersih #budaya #keindahan #Tradisional Bali #bali #travelling