Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Riza Chalid & Mafia Migas: Skandal Lama atau Modus Baru?

Redaksi Radar Tulungagung • Rabu, 26 Februari 2025 | 20:44 WIB
Korupsi dan Praktik Mafia Migas
Korupsi dan Praktik Mafia Migas

Radar Tulungagung - Seorang pengusaha minyak ternama di Indonesia, Riza Chalid kini kembali menjadi sorotan atas dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi serta praktik mafia migas.

Sebelumnya, nama Riza Chalid mencuat dalam kasus skandal "Papa Minta Saham" tahun 2015 yang melibatkan mantan Ketua DPR, Setya Novanto.

Akhir-akhir ini, Riza Chalid kembali dikaitkan dengan dugaan praktik kartel bahan bakar minyak (BBM), khususnya dalam pengelolaan impor Pertamax.

Direktur Utama Pertamina Ikut Terseret  dalam Kasus Ini

Riva Siahaan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga dalam kasus ini juga ikut terseret.

Riva telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah dan produk kilang yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp193,7 triliun.

“Akibat perbuatan ini, negara harus menanggung kerugian yang sangat besar, sekitar Rp193,7 triliun,” ujar Abdul Qohar Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung dalam konferensi pers yang digelas pada Selasa (25/2/2025).

Ia merupakan satu dari tujuh tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung dalam kasus ini.

Dalam kasus ini, ia diduga memiliki keterlibatan dalam kebijakan impor minyak yang dikendalikan oleh Riza Chalid dan kelompoknya.

Harta Kekayaan Riza Chalid dan Petinggi Pertamina

Sebagai seorang pengusaha yang memiliki pengaruh besar di industri migas, Riza Chalid memiliki harta kekayaan yang fantastis.

Menurut beberapa sumber, ia memiliki aset berupa properti mewah, investasi di sektor energi, serta jaringan bisnis di dalam dan luar negeri.

Kekayaannya diperkirakan mencapai triliunan rupiah, meskipun banyak aset yang tidak tercatat secara resmi.

Nilai bisnis Riza chalid diperkirakan mencapai US$30 miliar per tahun.

Dengan total kekayaan mencapai US$415 juta, Riza Chalid termasuk kedalam orang terkaya ke-88 dalam daftar 150 orang terkaya versi Globe Asia 2015.

Selain Riza Chalid, petinggi Pertamina lainnya yang terseret dalam kasus ini juga memiliki harta kekayaan yang cukup besar.

Salah satu diantaranya adalag Riva Siahaan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.

Harta kekayaan Riva Siahaan yang terbaru adalah Rp21,6 miliar per periode 2023 tertanggal 31 Maret 2024, nominal tersebut berdasarkan laporan yang ia berikan kepada KPK kala ia mulai menjabat sebagai petinggi salah satu BUMN ini.

Hal ini semakin bertambahnya spekulasi bahwa korupsi di sektor migas melibatkan jaringan luas yang terdiri dari pengusaha dan pejabat tinggi negara.

Dugaan Praktik Mafia Migas dalam Impor BBM

Riza Chalid, seseorang yang terkenal memiliki pengaruh cukup besar dalam bisnis impor minyak di Indonesia.

Disebutkan dalam beberapa laporan bahwa ia terlibat dalam pengaturan tender minyak yang diduga telah merugikan negara dan mengendalikan harga BBM, termasuk Pertamax.

Timbul spekulasi bahwa ada pihak-pihak yang diuntungkan dari ketidakseimbangan harga dan distribusi BBM di Indonesia dari dugaan praktik mafia migas ini.

Baru-baru ini Kejaksaan Agung telah melakukan penggeledahan terhadap rumah Riza Chalid yang bertujuan untuk menyelidiki kasus dugaan korupsi di Pertamina.

Muhammad Kerry Andrianto Riza, Putra Riza Chalid bahkan saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus ini, hal ini  semakin memperkuat dugaan keterlibatan keluarga Riza Chalid dalam praktik bisnis ilegal yang merugikan negara.

Skandal "Papa Minta Saham" yang Mengguncang Indonesia

Riza Chalid terlibat dalam skandal "Papa Minta Saham" yang menjadi berita utama di Indonesia pada tahun 2015.

Rekaman yang beredar, Riza bersama Setya Novanto diduga meminta saham PT Freeport Indonesia dengan mengatasnamakan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Skandal ini menyebabkan Setya Novanto terpaksa harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR saat itu.

Meskipun namanya banyak disebut dalam berbagai kasus besar, Riza Chalid kerap menghindari jerat hukum, bahkan sempat menghilang setelah skandal "Papa Minta Saham".

Namun, dengan berkembangnya penyelidikan terbaru tentang dugaan korupsi Pertamina ini, tidak menutup kemungkinan bahwa Riza Chalid akan dipanggil kembali untuk dimintai pertanggungjawaban atas keterlibatannya.

Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dalam industri migas Indonesia dan menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana praktik bisnis ilegal dapat terus berlanjut tanpa tindakan tegas dari otoritas terkait.

Kini publik menunggu langkah hukum lebih lanjut dalam memastikan keadilan pada kasus yang melibatkan nama besar seperti Riza Chalid.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#politik #riza chalid #Riva Siahaan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga #pertamax