Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Awal Ramadhan Hujan Deras Mengguyur Beberapa Daerah di Indonesia? Begini Prakiraan Cuaca dari BMKG

Dharaka R. Perdana • Rabu, 26 Februari 2025 | 21:15 WIB

ilustrasi cuaca ekstrem
ilustrasi cuaca ekstrem

RADAR TULUNGAGUNG - Awal Ramadhan tahun diperkirakan bakal diwarnai hujan beragam intensitas, apalagi sebagian wilayah Indonesia masih mengalami puncak musim hujan.

Bahkan beberapa wilayah mengalami intensitas sangat tinggi hingga (>500mm/bulan).

Baca Juga: Sering Mendung, Ini Ide Fotografi Saat Cuaca Mendung di Tulungagung!

Plt Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, fenomena La Nina lemah diperkirakan akan berlangsung hingga Mei 2025.

"Kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas hujan di berbagai wilayah Indonesia," katanya seperti dikutip dari bmkg.go.id

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Mendera Seluruh Jawa Timur Hingga Akhir Februari, BMKG Juanda Bilang Begini

Terutama pada Maret–April 2025, dengan curah hujan yang diprediksi berada dalam kategori menengah hingga tinggi.

Beberapa daerah berpotensi mengalami hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Baca Juga: 17 Tahun Minim Penanganan, Lokasi di Tulungagung ini Langganan Banjir!

Selain La Nina lemah, BMKG juga mengidentifikasi pengaruh aktivitas gelombang ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang terlihat mulai Maret.

Fenomena ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Sumatera bagian utara, dan akan bergerak ke bagian barat serta tengah Indonesia hingga pertengahan Maret.

Baca Juga: Desa Tanggung Tulungagung, Berharap Solusi Banjir, Berikan Tiga Usulan Prioritas dalam Musrenbang

BMKG juga memperingatkan potensi banjir rob di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

Hal ini dapat terjadi akibat fenomena bulan baru dan purnama yang bertepatan dengan jarak terdekat Bumi-Bulan pada akhir Maret dan April.

Sementara itu, periode Maret–April merupakan masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau (pancaroba).

Ini ditandai dengan cuaca ekstrem seperti hujan lebat berdurasi singkat, petir, angin kencang.

Tidak menutup kemungkinan terjadinya angin puting beliung dan hujan es di beberapa wilayah. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#bmkg #prakiraan cuaca #puncak musim hujan #cuaca #ramadhan #indonesia #musim hujan