Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Badan Kesejahteraan Masjid Minta Masjid di Jalur Mudik Lebaran 2025 Buka 24 Jam

Dharaka R. Perdana • Minggu, 16 Maret 2025 | 19:10 WIB

Ilustrasi masjid di jalur mudik Lebaran 2025. (seaart.ai)
Ilustrasi masjid di jalur mudik Lebaran 2025. (seaart.ai)

RADAR TULUNGAGUNG - Usulan Menteri Agama Nasarudin Umar untuk memanfaatkan masjid sebagai posko alterntif selama musim mudik Lebaran 2025 mendapat dukungan.

Ketua Umum Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) sekaligus Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad, meminta masjid di jalur mudik Lebaran buka 24 jam untuk melayani pemudik.

Masjid diharapkan menyediakan fasilitas toilet bersih, tempat istirahat, serta makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

“Masjid yang berada di jalur mudik agar buka 24 jam. Berikan layanan terbaik bagi pemudik, seperti toilet bersih, tempat rehat, serta minuman dan makanan untuk takjil,” ujar Abu Rokhmad dalam Coffee Morning BKM, di Jakarta, Jumat (14/3/2025).

Arahan ini sejalan dengan usulan Menteri Agama Nasaruddin Umar agar masjid di sepanjang jalur mudik dijadikan posko atau rest area guna mengurangi kepadatan di rest area, SPBU, dan fasilitas umum lainnya.

"Wujudkan masjid kita jadi Masjid Ramah Musafir (orang yang sedang dalam perjalanan)," tegas Abu Rokhmad.

Abu Rokhmad juga mengajak jajaran BKM untuk menyukseskan Program Indonesia Khataman Al-Qur’an yang akan digelar secara nasional pada 16 Maret 2025, bertepatan malam Nuzulul Qur’an.

Program yang merupakan kolaborasi antara Kemenag dan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) ini menargetkan 350.000 kali khatam Al-Qur’an dalam satu hari.

“Partisipasi pengurus BKM dan penggerak masjid sangat penting dalam menyukseskan program ini. Ini akan menjadi syiar yang luar biasa,” kata Abu Rokhmad.

Saat ini, BKM telah terbentuk di 28.070 lembaga dari pusat hingga daerah. Sementara jumlah masjid dan musala di Indonesia mencapai 690.434, berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS).

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah sekaligus Ketua Harian BKM Pusat, Arsad Hidayat, menambahkan, BKM memiliki peran strategis dalam menjembatani pemerintah dengan pengelola masjid.

Dengan adanya alokasi anggaran revitalisasi BKM di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota pada 2025, ia berharap peran BKM semakin optimal.

“BKM akan terus didorong agar memberi dampak nyata bagi masjid, jemaah, dan masyarakat sekitar. Dalam waktu dekat, kami juga akan menggelar Rakernas BKM 2025 untuk memetakan kondisi terkini dan merancang program strategis ke depan,” ujar Arsad.

Dengan penguatan peran BKM dalam pengelolaan masjid, diharapkan masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan umat, terutama saat Lebaran dan dalam syiar Al-Qur’an secara nasional. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#masjid #BKM #lebaran 2025 #Badan Kesejahteraan Masjid #mudik