Radar Tulungagung - Gempa bumi terjadi karena pelepasan energi secara tiba-tiba dari dalam bumi, yang menghasilkan gelombang seismik yang mengguncang permukaan.
Berdasarkan penyebabnya, gempa bumi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:
Gempa Tektonik (Paling Umum)
Disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik (tabrakan, gesekan, atau pemisahan). Saat lempeng bergerak, tekanan menumpuk di zona patahan (fault).
Ketika batuan tidak lagi mampu menahan tekanan, terjadi pelepasan energi yang menyebabkan gempa.
Contoh: Gempa Aceh 2004 (zona subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia), Gempa Palu 2018 (gesekan sesar Palu-Koro).
Gempa Vulkanik
Terkait dengan aktivitas gunung berapi, seperti pergerakan magma atau letusan. Biasanya lebih kecil dibanding gempa tektonik, tetapi bisa menjadi tanda akan terjadinya letusan.
Contoh: Gempa sebelum letusan Gunung Krakatau (1883) atau Gunung St. Helens (1980).
Gempa Runtuhan (Terban)
Disebabkan oleh runtuhnya gua, tambang, atau tanah longsor bawah tanah. Umumnya berskala kecil dan lokal. Contoh: Gempa di daerah pertambangan atau kawasan kapur.
Gempa Buatan (Induksi)
Disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti: Ledakan nuklir atau bom, Pemompaan cairan ke dalam bumi (fracking untuk pertambangan).
Pembangunan bendungan besar yang memberi tekanan pada lempeng.
Kekuatan gempa (diukur dengan skala Richter atau Moment Magnitude/Mw).
Gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia diantaranya Gempa & Tsunami Aceh 2004 (9.1 SR), Gempa Yogyakarta 2006 (6.4 SR) aktivitas sesar lokal, Gempa Pangandaran berkekuatan 6.8 SR dan Gempa bumi di Padang Sumatera Utara.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz