RADAR TULUNGAGUNG - Pasar saham Indonesia anjlok 9 persen pada perdagangan awal Selasa (8/4/2025).
Perdagangan saham yang anjlok memicu penghentian perdagangan selama 30 menit.
Apalagi hal ini juga memicu rupiah anjlok 1,8 persen ke rekor terendah saat pasar dibuka kembali setelah libur panjang dan bereaksi terhadap gejolak pasar global yang disebabkan oleh tarif AS.
Dilansir dari Reuters, Indeks utama (.JKSE), opens new tab anjlok 9,2 persen ke level terendah sejak Juni 2021 pada transaksi awal.
Baca Juga: Keset Sabut Kelapa: Kreativitas Bernilai Ekonomi dari Desa Doroampel Tulungagung
Sementara rupiah anjlok ke Rp16.850 per dolar, melampaui palung Krisis Keuangan Asia ke level terendah yang pernah tercatat, menurut data LSEG.
Menjelang pembukaan pasar, bursa mengatakan penurunan 8 persen akan memicu penghentian perdagangan selama 30 menit, berubah dari 5 persen sebelumnya.
Baca Juga: Pemkab Tulungagung: Pertumbuhan Ekonomi Alami Pelambatan dalam Dua Tahun Terakhir
Jika pasar kemudian memperpanjang kerugian menjadi 15 persen, akan ada penghentian perdagangan selama 30 menit lagi.
Penurunan lebih dari 20 persen pada indeks utama akan menyebabkan perdagangan dihentikan sementara selama sisa hari itu.
Baca Juga: Posisi Strategis, Pelabuhan Prigi Trenggalek Siap Dukung Perdagangan Internasional dan Pariwisata
Hal ini menurut bursa akan memberi investor "ruang likuiditas dan peluang" untuk mencerna dan memproses informasi.
Bursa saham juga mengatakan bahwa jika satu saham turun 15 persen, pesanan jual di bawah harga tersebut akan ditolak secara otomatis.
"Ini diambil untuk mengantisipasi kondisi pasar. Kami tidak ingin menciptakan kepanikan, tetapi kami ingin investor domestik dan asing yakin bahwa kami memberi mereka cukup ruang untuk bertransaksi setelah lebih dari seminggu libur," kata kepala eksekutif BEI Iman Rachman dalam konferensi pers.
Aturan perdagangan dapat disesuaikan kembali ketika kondisi kembali normal, kata eksekutif BEI Jeffrey Hendrik.
Baca Juga: OJK FOKUS PENGUATAN PENGAWASAN DAN PENYELESAIAN PERMASALAHAN DI INDUSTRI PINDAR
Pasar Indonesia dibuka kembali pada hari Selasa untuk pertama kalinya sejak penutupan pada 27 Maret.
Bahkan disertai upaya mengejarpergerakan pasar global menyusul pengumuman tarif AS minggu lalu, yang mencakup rencana tarif 32 persen untuk produk-produk Indonesia. ****
Editor : Dharaka R. Perdana