Radar Tulungagung - Hari Kartini bukan hanya tentang sejarah, tapi juga tentang semangat yang terus hidup di setiap perempuan Indonesia.
Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April, dan di tahun ini jatuh pada Senin, 21 April 2025.
Hari Kartini mengingatkan kita bahwa perjuangan perempuan ada di berbagai lini, termasuk sebagai ibu rumah tangga.
Perjuangan seorang ibu rumah tangga adalah bentuk nyata dari semangat Hari Kartini dalam kehidupan modern.
Hari Kartini menjadi momentum untuk mengapresiasi peran ibu rumah tangga yang tak pernah berhenti berjuang untuk keluarga.
Sebagai ibu rumah tangga, Esti Kholifah (54) menggambarkan dengan jelas bagaimana nilai-nilai Hari Kartini tercermin dalam kesehariannya.
“Saya mungkin nggak kerja kantoran atau pakai seragam, tapi setiap hari saya berjuang. Mulai dari urus anak, atur keuangan, sampai jadi tempat curhat keluarga. Itu semua juga butuh kekuatan dan kesabaran,” ujar Esti, mengenang perjuangannya sebagai ibu rumah tangga.
Perjuangan seorang ibu rumah tangga seperti Esti adalah wujud nyata semangat Hari Kartini dalam bentuk kesederhanaan.
Hari Kartini memberi inspirasi bagi ibu rumah tangga untuk terus kuat dan tidak merasa rendah diri dengan pilihannya.
Esti, sang ibu rumah tangga, mengaku bahwa peran ini justru memberinya ruang untuk menjadi Kartini bagi anak-anak dan suaminya.
“Dulu saya sempat minder, merasa nggak bisa bantu suami cari nafkah. Tapi lama-lama saya sadar, justru peran saya ini penting. Kalau di rumah berantakan, anak-anak nggak keurus, suami juga nggak bisa tenang kerja,” tambah Esti, yang tetap semangat menjalani perannya.
Hari Kartini mengajarkan bahwa setiap perempuan punya cara masing-masing untuk berjuang, termasuk sebagai ibu rumah tangga.
Perjuangan seorang ibu rumah tangga mungkin tak terlihat, tapi dampaknya sangat terasa dalam kebahagiaan dan kestabilan keluarga.
Semangat Hari Kartini terus hidup dalam tindakan kecil namun bermakna dari setiap ibu rumah tangga di Indonesia.
Mari kita rayakan Hari Kartini pada tanggal 21 April 2025 dengan menghargai perjuangan ibu rumah tangga sebagai pahlawan keluarga.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz