Radar Tulungagung - Dunia menyaksikan momen bersejarah saat Katy Perry, penyanyi pop kenamaan dunia, ikut serta dalam penerbangan luar angkasa yang seluruh krunya terdiri dari perempuan.
Misi ini dijalankan oleh Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, dengan roket New Shepard yang sukses membawa keenam perempuan ke garis Kármán batas resmi luar angkasa.
Selain Katy Perry, kru terdiri dari Lauren Sánchez, tunangan Jeff Bezos, jurnalis senior Gayle King, mantan insinyur NASA Aisha Bowe, aktivis HAM Amanda Nguyen, dan produser film Kerianne Flynn.
Penerbangan berdurasi 11 menit ini memberi mereka pengalaman sekitar empat menit dalam kondisi tanpa gravitasi.
Momen emosional terjadi saat Perry dan King mencium tanah begitu kembali ke Bumi, sebagai bentuk rasa syukur dan haru.
Di luar angkasa, Perry sempat menyanyikan lagu What a Wonderful World dan membawa bunga daisy sebagai simbol cinta untuk putrinya, Daisy Dove.
“Ini bukan hanya tentang aku, ini tentang membuka ruang bagi generasi perempuan berikutnya untuk bermimpi lebih besar,” ujar Perry sesaat setelah mendarat.
Peluncuran yang disaksikan langsung oleh selebritas seperti Oprah Winfrey, Orlando Bloom, dan keluarga Kardashian-Jenner ini menuai pujian sebagai tonggak baru dalam pemberdayaan perempuan di bidang antariksa.
Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik perjalanan ini sebagai bentuk wisata mewah yang belum inklusif untuk publik luas.
Terlepas dari kritik yang ada, misi ini membangkitkan kembali semangat yang pernah dinyalakan oleh Valentina Tereshkova perempuan pertama di luar angkasa pada 1963.
Dengan partisipasi para tokoh perempuan dari berbagai latar belakang, misi ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak perempuan untuk mengejar mimpi mereka, baik di Bumi maupun di luar angkasa.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz