Radar Tulungagung - 13 korban tewas akibat ledakan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil diidentifikasi. Proses identifikasi dinyatakan selesai, dan seluruh jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Alhamdulillah malam hari ini adalah jenazah terakhir teridentifikasi," ujar Sekretaris Daerah Pemkab Garut, Nurdin Yana, kepada wartawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk, Selasa malam.
Baca Juga: Kreteg: Karya Musik Interpretasi Fenomena Kesenjangan Kesenian Rakyat Tulungagung
Ia menjelaskan, tim identifikasi gabungan dari RSUD Pameungpeuk, TNI, dan Polri telah bekerja maksimal dalam mengidentifikasi 13 korban ledakan yang terjadi di Cibalong.
Seluruh jenazah yang berhasil dikenali kemudian diserahkan kepada keluarga korban untuk proses pemakaman.
"Insya Allah kita serahkan ke keluarganya masing-masing," katanya.
Proses identifikasi dimulai sejak Senin (12/5), dengan mencocokkan identitas para korban. Pada Senin malam, tim berhasil mengidentifikasi sembilan korban terlebih dahulu, yang terdiri dari empat anggota TNI dan lima warga sipil. Sisanya berhasil dikenali kemudian hingga total 13 jenazah teridentifikasi.
Baca Juga: 3 Alasan Carlo Ancelotti Bakal Sukses Bersama Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
"Kami atas nama pemerintah menyampaikan terima kasih TNI, Polri, masyarakat, pihak Rumah Sakit Pameungpeuk tentunya," ujar Nurdin.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi bersama aparat keamanan turut memberikan bantuan kepada keluarga korban.
"Pak Gubernur memberikan sumbangan setiap keluarga itu Rp50 juta, kemudian Pak Pangdam dan juga Pak Kapolda," katanya.
Korban tewas terdiri dari sembilan warga sipil, sebagian besar berasal dari Kecamatan Pameungpeuk dan Cibalong, serta satu dari Kecamatan Singajaya. Sementara empat korban lainnya adalah anggota TNI, yang berasal dari luar Garut, salah satunya dari Bandung.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra