Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Justice for Argo: Mahasiswa UGM Tewas Ditabrak BMW, Publik Desak Penegakan Hukum. Berikut Kejanggalan dalam Kasus Ini

Annabella Nakeisha Adara • Rabu, 28 Mei 2025 | 20:37 WIB
Kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswa Fakultas Hukum UGM.
Kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswa Fakultas Hukum UGM.

SLEMAN - Kecelakaan tragis menimpa Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).

Argo tewas usai ditabrak oleh sebuah mobil BMW di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sleman. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Mei 2025.

Argo, yang dikenal sebagai mahasiswa cerdas dan aktif dalam berbagai kegiatan kampus, sedang dalam perjalanan pulang saat insiden berlangsung. Saat itu Argo sedang mengendarai motor Honda Vario.

Mobil mewah tersebut dikemudikan oleh Christiano Pangarapenta Pengidahan Tarigan, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan BMW Sleman.

Namun, status tersangka tidak disertai dengan penahanan. Pelaku hanya dikenakan wajib lapor, yang kemudian memicu kemarahan masyarakat dan melahirkan gerakan #JusticeForArgo di media sosial.

Banyak pihak menilai bahwa penegakan hukum dalam kasus Argo Ericko Achfandi terkesan tidak adil dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Ketidakjelasan proses hukum serta perlakuan istimewa terhadap pelaku menjadi sorotan tajam dari masyarakat luas.

Meski demikian, publik tetap berharap agar penanganan kasus kecelakaan mahasiswa UGM ini dilakukan secara transparan, profesional, dan tidak dipengaruhi oleh status sosial atau latar belakang keluarga pelaku.

 

Kepergiannya yang mendadak menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya, terutama sang Ibunda Argo.

Ibunda Argo meminta agar proses hukum berjalan adil dan transparan. “Saya hanya ingin keadilan. Jangan ada lagi Argo lain yang menjadi korban,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga: Sering Terjadi Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Jawa Timur, Menhub Angkat Bicara

Tekanan dari masyarakat semakin meningkat, mencerminkan besarnya harapan publik terhadap penegakan hukum yang benar-benar adil dan tidak memihak.

Banyak pihak melihat bahwa kasus ini berpotensi menjadi momentum penting untuk mendorong reformasi dalam sistem hukum yang selama ini dianggap jauh dari prinsip keadilan yang sesungguhnya.

Tagar #JusticeForArgo kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar permintaan keadilan bagi satu korban. Ia menjadi representasi aspirasi generasi muda yang berani bersuara melawan ketidakadilan.

Baca Juga: Pasukan Jajar Kehormatan Sambut Presiden Prabowo di Bandara Subang Malaysia

Gerakan ini mencerminkan perjuangan bersama demi tegaknya hukum yang adil dan setara, tanpa diskriminasi berdasarkan status sosial atau latar belakang keluarga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#FH UGM berkabung #Tragedi kecelakaan mahasiswa UGM #JusticeForArgo #sleman