JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut berkurban di Masjid Istiqlal Jakarta, pada perayaan Idul Adha tahun ini.
Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, daging kurban dari Presiden dan Wakil Presiden tidak dibagikan dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi hidangan yang akan disajikan dalam acara makan bergizi bersama 2.000 anak yatim.
Acara makan bersama ini direncanakan akan dilaksanakan pada Minggu, 8 Juni 2025 pukul 09.00 WIB di Selasar Al-Fattah, kompleks Masjid Istiqlal, dan akan dihadiri oleh 2.000 anak yatim.
Plt Imam Besar Masjid Istiqlal, Mulawarman Hannase menyebutkan, langkah ini merupakan terobosan baru dalam pemaknaan ibadah kurban. “Kami ingin anak-anak yatim tidak hanya menerima daging, tetapi juga merasakannya dalam bentuk makanan yang layak dan bermartabat,” ujarnya.
Selain itu, Mulawarman mengatakan, berkurban merupakan ibadah yang besar kepada Allah SWT dan membangun hubungan sesama umat manusia.
Termasuk sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden Prabowo Subianto. Sehingga, daging kurban yang dibagikan bisa memenuhi kebutuhan gizi seimbang, sesuai dengan standar tumbuh kembang anak.
Kebijakan ini, merupakan arahan dari Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar yang saat ini bertugas menjadi Amirul Hajj.
Selain hewan kurban dari Presiden dan Wakil Presiden, tahun ini Masjid Istiqlal juga menerima 55 ekor sapi dan 81 ekor kambing dari berbagai pihak, termasuk kementerian, Kapolri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Seluruh proses penyembelihan dan pendistribusian kurban diawasi langsung oleh Kementerian Pertanian untuk memastikan kepatuhan terhadap standar kesehatan dan syariat.
"Alhamdulillah hari ini langsung juga dihadiri dan disupervisi oleh Kementerian Pertanian. Ada Pak Dirjen dan Kepala Dinas Provinsi DKI Jakarta," ucapnya.
Sapi kurban milik Presiden Prabowo bernama Brawijaya, jenis Limousin dengan bobot 1,25 ton. Sementara, sapi milik Wapres Gibran bernama Jack dengan bobot 1,1 ton.
Direktur Media Masjid Istiqlal, Asdar, menambahkan bahwa daging kurban dari pihak lain tetap akan dibagikan secara mentah kepada masyarakat melalui lembaga-lembaga yang telah mengajukan proposal resmi kepada pengelola masjid.
Langkah inovatif ini diharapkan menjadi contoh baru dalam pengelolaan kurban, dengan mengedepankan aspek kebermanfaatan langsung, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah