Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jelang Malam 1 Suro, Polda Jatim Tegaskan Perguruan Silat di Seluruh Jawa Timur Wajib Jaga Keamanan

Betty Khasandra Pujayanti • Jumat, 27 Juni 2025 | 01:30 WIB
Polda Jawa Timur mengimbau perguruan silat di seluruh wilayah Jawa Timur untuk menjaga keamanan menjelang peringatan malam satu suro.
Polda Jawa Timur mengimbau perguruan silat di seluruh wilayah Jawa Timur untuk menjaga keamanan menjelang peringatan malam satu suro.

SURABAYA-Menjelang peringatan malam 1 Suro, Polda Jawa Timur (Jatim) kembali mengingatkan seluruh perguruan silat di seluruh wilayah Jawa Timur untuk menjaga keamanan bersama.

Tradisi tahunan malam 1 Suro yang kerap diperingati dengan berbagai kegiatan perguruan pencak silat ini diharapkan berlangsung damai tanpa insiden yang meresahkan warga Jawa Timur.

Peringatan malam 1 Suro, yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, menjadi momen penting bagi berbagai perguruan silat di Jawa Timur.

Selain sebagai bagian dari tradisi budaya, momentum ini seringkali diisi dengan kegiatan spiritual, prosesi kenaikan tingkat, hingga perayaan kebersamaan antaranggota.

Namun, tidak jarang antusiasme tersebut memicu kekhawatiran akan potensi gesekan antar-perguruan maupun gangguan ketertiban umum di sejumlah daerah.

Polda Jatim Keluarkan Maklumat, Seluruh Wilayah Dipantau Ketat

Sebagai langkah antisipasi, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, mengeluarkan maklumat resmi yang berisi sejumlah aturan yang wajib dipatuhi oleh seluruh perguruan silat selama peringatan malam 1 Suro.

Salah satu poin utama dalam maklumat tersebut adalah larangan penggunaan atribut perguruan di ruang publik, terutama saat keberangkatan dan kepulangan anggota dari kegiatan Suroan.

Selain itu, seluruh kegiatan yang melibatkan pergerakan massa diwajibkan mendapat pengawalan dari pihak kepolisian untuk mencegah potensi gangguan keamanan.

"Imbauan ini berlaku untuk seluruh wilayah Jawa Timur, bukan hanya di kota tertentu. Kami ingin peringatan malam 1 Suro tahun ini berjalan aman, tertib, dan damai di seluruh daerah," tegas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kamis (26/6/2025).

Operasi Aman Suro Digelar di 38 Kabupaten dan Kota

Untuk memastikan situasi kondusif, Polda Jatim menggelar Operasi Aman Suro 2025 yang berlangsung mulai 26 Juni hingga 7 Juli 2025.

Operasi ini melibatkan lebih dari 21.500 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga unsur pengamanan swakarsa, termasuk perwakilan perguruan silat.

Pengamanan dilakukan secara menyeluruh di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Tidak hanya di Madiun yang dikenal sebagai pusat perguruan silat, tetapi juga di Surabaya, Malang, Kediri, Blitar, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, dan daerah lainnya.

Polda Jatim juga menyiapkan pos-pos pengamanan di jalur-jalur utama, tempat umum, hingga lokasi kegiatan utama guna mengantisipasi potensi bentrok atau gangguan di jalan raya.

"Operasi ini mencakup seluruh Jawa Timur. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan momen ini untuk melakukan provokasi atau tindakan melawan hukum," lanjut Abast.

Perguruan Silat Diminta Jadi Contoh Ketertiban

Polda Jatim menegaskan bahwa perguruan silat seharusnya menjadi pelopor ketertiban dan perdamaian, bukan sebaliknya.

Tradisi Suroan seperti ini harus dijadikan ajang memperkuat persaudaraan, bukan untuk menunjukkan kekuatan dengan cara-cara yang meresahkan masyarakat.

Kapolda Jatim mengingatkan, siapapun yang melakukan pelanggaran hukum selama peringatan malam 1 Suro akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi tindakan provokatif, aksi kekerasan, konvoi liar, maupun main hakim sendiri.

"Kami ingin perguruan silat menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari solusi, bukan sumber permasalahan. Mari jaga nama baik Jawa Timur bersama-sama," tegas Kapolda Nanang Avianto.

Selain kepada perguruan silat, Polda Jatim juga mengimbau masyarakat umum untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu provokatif yang beredar, terutama melalui media sosial.

Warga di seluruh Jawa Timur diminta berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing dan segera melapor ke pihak berwajib jika menemukan indikasi gangguan keamanan.

"Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Jangan mudah terprovokasi, jangan sebar informasi yang belum jelas kebenarannya," tutup Abast.

Dengan sinergi aparat keamanan, perguruan silat, dan masyarakat, diharapkan peringatan malam 1 Suro tahun ini di seluruh Jawa Timur dapat berlangsung aman, tertib, dan menjadi momentum memperkuat persatuan serta menjaga warisan budaya daerah. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Nanang Avianto #Kombes Pol Jules Abraham Abast #perguruan silat #polda jatim #operasi aman suro #jawa timur #malam 1 muharram #malam suro