JAKARTA– Indonesia akhirnya memulai langkah berani menuju masa depan energi bersih dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Untuk pertama kalinya, pemerintah secara resmi akan membangun PLTN pertama di Indonesia, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2032.
Lokasi PLTN bukan di kota besar, tapi di sebuah pulau kecil tak berpenghuni bernama Pulau Kelasa, yang terletak di Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.
Keputusan ini menandai dimulainya era baru dalam ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Proyek ini juga merupakan bagian penting dari target transisi energi menuju net zero emission pada tahun 2060.
Kenapa Pulau Kelasa?
Pulau Kelasa dipilih karena memenuhi kriteria keselamatan yang ketat.
Lokasinya jauh dari permukiman, bebas dari risiko gempa dan tsunami, serta memungkinkan pembangunan infrastruktur pembangkit dengan lebih aman.
Berdasarkan kajian Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), pulau ini dinilai cocok untuk menjadi lokasi PLTN pertama Indonesia.
PLTN ini akan menggunakan teknologi reaktor molten salt (TMSR500) dari Thorcon Power Indonesia, yang dianggap lebih modern, efisien, dan aman dibandingkan reaktor konvensional.
Reaktor molten salt tidak menggunakan tekanan tinggi dan tidak membutuhkan pendingin eksternal seperti reaktor lama.
Ini membuatnya lebih aman, tidak menghasilkan polusi udara, dan lebih tahan terhadap kegagalan sistem.
Jika terjadi gangguan, sistem secara otomatis menghentikan reaksi nuklir.
PLTN pertama Indonesia ini akan menghasilkan daya sebesar 500 megawatt (MW), cukup untuk menerangi lebih dari 1 juta rumah tangga.
Listrik yang dihasilkan juga diperkirakan stabil dan murah, hanya sekitar US\$ 0,06–0,07 per kilowatt-jam.
Jadwal Pembangunan PLTN
Pemerintah telah menyusun tahapan pembangunan sebagai berikut:
1. 2025–2027: Finalisasi perizinan, Amdal, dan persiapan tapak
2. 2028: Pengiriman modul reaktor dari Korea Selatan
3. 2029–2031: Konstruksi dan pengujian sistem
4. 2032: PLTN resmi beroperasi
Proyek Energi Nuklir Lainnya: Kalimantan dan Sumatera Disiapkan
Tidak hanya di Bangka, pemerintah juga mempersiapkan dua lokasi lainnya untuk pengembangan PLTN berikutnya.
Lokasi tersebut berada di wilayah pesisir Sumatera Utara dan pulau kecil di Kalimantan Barat.
Kedua wilayah itu masuk dalam rencana jangka panjang yang tertuang dalam RUPTL 2025–2034.
Pembangunan PLTN pertama di Pulau Kelasa menjadi bagian penting dari strategi besar Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Pemerintah menargetkan pembangunan total 35 GW kapasitas tenaga nuklir dalam dekade mendatang untuk memperkuat bauran energi bersih nasional.
PLTN akan melengkapi sumber energi terbarukan lainnya seperti surya dan bayu, tetapi dengan keunggulan utama yakni stabil 24 jam tanpa bergantung cuaca. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah