Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pemulangan Jenazah Mahasiswa UGM Korban Tenggelam di Maluku Tenggara Diselimuti Suasana Duka

Betty Khasandra Pujayanti • Rabu, 2 Juli 2025 | 23:52 WIB
Dua jenazah mahasiswa UGM dipulangkan ke daerah asal setelah menjadi korban tenggelam saat menjalankan program KKN di Maluku Tenggara.
Dua jenazah mahasiswa UGM dipulangkan ke daerah asal setelah menjadi korban tenggelam saat menjalankan program KKN di Maluku Tenggara.

Maluku Tenggara — Pemulangan dua jenazah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjadi korban tenggelam di perairan Maluku Tenggara berlangsung dalam suasana duka, Rabu (2/7/2025).

Kedua mahasiswa UGM adalah Septian Eka Rahmadi asal Sumba Barat dan Bagus Adi Prayoga asal Bojonegoro.

Dua korban meninggal dunia mahasiswa UGM saat melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Ohoi Debut, Kecamatan Manyeuw.

Peristiwa nahas itu terjadi sehari sebelumnya, Selasa (1/7/2025), ketika rombongan mahasiswa bersama lima warga lokal dalam perjalanan pulang dari Pulau Wearhu menuju Desa Debut.

Mereka sebelumnya mengambil pasir untuk proyek program KKN.

Namun, cuaca buruk dan gelombang tinggi menyebabkan longboat yang mereka tumpangi terbalik di tengah laut.

Dua mahasiswa UGM dilaporkan tenggelam, sementara lima orang lainnya berhasil selamat.

Proses pemulangan jenazah mahasiswa UGM dimulai pada pagi hari dengan salat jenazah di Masjid Agung Raudhah, Langgur, Maluku Tenggara.

Ratusan pelayat dari berbagai kalangan hadir dari aparatur sipil negara (ASN), pejabat daerah, tokoh masyarakat, hingga warga Debut dan sekitarnya turut mengiringi kepergian kedua almarhum dengan doa dan penghormatan terakhir.

Setelah salat jenazah, dua ambulans yang membawa jenazah berangkat menuju Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur.

Suasana haru begitu terasa di sepanjang perjalanan hingga di area bandara.

Warga dari berbagai wilayah, termasuk dari Kota Tual dan Maluku Tenggara, turut mengantar hingga ke gerbang bandara sebagai bentuk duka bersama atas kepergian dua mahasiswa yang datang dengan semangat pengabdian.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara kemudian melaksanakan upacara penyerahan jenazah kepada pihak Universitas Gadjah Mada.

Serah terima itu berlangsung singkat. Namun, sarat makna karena menjadi simbol penghormatan atas jasa dan dedikasi kedua korban dalam membantu masyarakat selama masa KKN.

Pihak kampus menyambut dengan penuh keprihatinan dan tangis duka dari rekan-rekan mahasiswa yang turut hadir di lokasi.

Setelah prosesi selesai, jenazah diberangkatkan menuju Kota Ambon menggunakan pesawat Lion Air sekitar pukul 13.00 WIT.

Meski sempat mengalami penundaan penerbangan akibat cuaca buruk, seluruh proses pemulangan tetap berjalan dengan tertib.

Dari Ambon, jenazah Septian Eka Rahmadi dijadwalkan terbang ke Sumbawa Barat.

Sementara jenazah Bagus Adi Prayoga akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya, sebelum dibawa ke kampung halamannya di Bojonegoro untuk dimakamkan.

Pemulangan jenazah mahasiswa UGM ini menjadi momentum penuh duka bagi keluarga, kampus, dan masyarakat Maluku Tenggara yang sempat merasakan kehadiran mereka.

Kedua almarhum dikenal aktif, bersahaja, dan memiliki semangat besar untuk mengabdi.

Pengabdian mereka yang berakhir tragis ini menjadi pengingat bahwa risiko dalam kegiatan sosial di lapangan tetap perlu mendapat perhatian serius.

Termasuk aspek keselamatan selama mobilitas di wilayah rawan seperti perairan terbuka.

Meski kepergian mereka meninggalkan duka mendalam, jejak pengabdian yang ditinggalkan Septian dan Bagus akan terus dikenang.

Masyarakat Maluku Tenggara, pemerintah daerah, dan Universitas Gadjah Mada bersama-sama melepas mereka pulang dengan penuh kehormatan. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#pemulangan jenazah #tenggelam #Mahasiswa KKN #mahasiswa tenggelam #Universitas Gadjah Mada (UGM) #maluku tenggara #Septian Eka Rahmadi #perairan #kkn ugm #Bagus Adi Prayogo