Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Budaya Indonesia Masuk Podium MotoGP: Marc Marquez Joget Aura Farming ala Pacu Jalur Riau di Sachsenring

Rinto Wahyu Hidayat • Selasa, 15 Juli 2025 | 12:45 WIB

 

Ajang MotoGP Jerman yang digelar di Sirkuit Sachsenring, menampilkan aksi balap kelas dunia, tetapi juga menjadi panggung tak terduga bagi budaya Indonesia, pada Minggu (13/7/2025).
Ajang MotoGP Jerman yang digelar di Sirkuit Sachsenring, menampilkan aksi balap kelas dunia, tetapi juga menjadi panggung tak terduga bagi budaya Indonesia, pada Minggu (13/7/2025).

JERMAN — Ajang MotoGP Jerman yang digelar di Sirkuit Sachsenring, menampilkan aksi balap kelas dunia, tetapi juga menjadi panggung tak terduga bagi budaya Indonesia, pada Minggu (13/7/2025). 

Sorotan datang bukan hanya dari dominasi Marc Marquez di lintasan, tetapi juga dari selebrasi kemenangannya yang unik: joget viral Aura Farming, tarian yang berasal dari anak-anak penari pacu jalur di Kuantan Singingi, Riau.

Momen itu menjadi viral dalam hitungan jam. Pembalap asal Spanyol tersebut, yang dikenal dengan julukan "The Baby Alien", sukses membawa pulang kemenangan, sekaligus mengangkat nama budaya tradisional Indonesia ke level internasional.

Saya terinspirasi dari video anak-anak Indonesia. Mereka menari di atas perahu sebelum lomba dayung. Lucu dan penuh semangat," ujar Marquez dalam wawancara resmi usai race.

Aura Farming awalnya merupakan gaya ekspresi anak-anak Riau saat tampil di atas perahu panjang saat pacu jalur, Dari Tradisi Lokal ke Dunia Internasional.

Tarian ini belakangan menjadi tren di media sosial Indonesia karena energinya yang ceria dan gerakannya yang khas.

Ketika Marc Marquez memperagakannya tepat setelah melewati garis finis MotoGP Jerman 2025, dunia pun langsung menoleh, dan selebrasi kemenangan MarcMarquez Joget Aura Farming langsung viral di berbagai platform digital, termasuk Twitter, Instagram, hingga TikTok.

Tak sedikit warganet yang merasa bangga. Sebab, jarang sekali budaya lokal Indonesia mendapat sorotan luas di ajang motorsport sekelas MotoGP.

Momen ini menambah panjang daftar budaya Indonesia yang mendunia secara organik, tanpa upaya formal dari pemerintah maupun promosi resmi.

Kehadiran tarian tradisional Riau di tengah euforia MotoGP menunjukkan betapa kekuatan media sosial dan ekspresi lintas budaya bisa menjangkau audiens global.

Sejumlah media olahraga internasional bahkan turut membahas aksi Marquez, menyebutnya sebagai bentuk apresiasi yang menyenangkan terhadap kearifan lokal dari Asia Tenggara.

MotoGP tak hanya soal kecepatan, tapi juga tentang karakter dan Marquez baru saja menambahkan sisi budaya ke dalamnya,” tulis salah satu media olahraga Eropa.

Kehebohan ini menjadi angin segar bagi pegiat budaya di Indonesia.

Banyak pihak berharap agar momentum ini dimanfaatkan untuk mempromosikan kekayaan budaya Nusantara, terutama yang berasal dari daerah-daerah seperti Riau.

Pacu jalur sendiri merupakan lomba perahu panjang tradisional yang sudah berlangsung sejak zaman dahulu.

Dikenal dengan semangat gotong royong dan atraksi penari cilik di atas perahu, budaya ini menjadi simbol keceriaan dan kerja sama masyarakat pesisir sungai di Sumatera.

MotoGP Jerman 2025 membuktikan bahwa budaya Indonesia bisa tampil di panggung dunia melalui jalur yang tak biasa.

Siapa sangka sebuah selebrasi kemenangan di lintasan balap justru membuka pintu pengakuan global terhadap tradisi lokal Indonesia?

Dengan selebrasi ala Aura Farming, Marc Marquez tidak hanya menang secara teknis, tetapi juga memenangkan hati banyak masyarakat Indonesia dan mungkin dunia.(rin)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#joget aura farming #Mark Marquez #jerman #motogp