Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Presiden Prabowo: Tekankan Makna Pemimpin Harus Miliki Hati Seluas Samudra

Rinto Wahyu Hidayat • Selasa, 22 Juli 2025 | 05:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kuat mengenai karakter sejati seorang pemimpin. Dalam pidatonya di Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI), di Solo, Minggu (20/7/2025).
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kuat mengenai karakter sejati seorang pemimpin. Dalam pidatonya di Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI), di Solo, Minggu (20/7/2025).

SOLO - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kuat mengenai karakter sejati seorang pemimpin. Dalam pidatonya di Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI), di Solo, Minggu (20/7/2025).

Presiden Prabowo menekankan bahwa pemimpin harus memiliki hati seluas samudra: siap dimaki, disakiti, bahkan difitnah, namun tetap mampu memberikan ketenangan dan solusi bagi rakyat.

"Pemimpin itu dimaki-maki seperti laut samudra. Kotoran bumi keluar ditelan oleh samudra. Yang keluar airnya bersih. Pemimpin harus siap dimaki-maki. Siap disakiti. Siap difitnah. Siap di-framing. Tapi keluarnya harus selalu yang bersih," kata Presiden Prabowo. 

Pernyataan Presiden Prabowo merupakan bagian dari pemaparan delapan sifat pemimpin menurut filosofi kepemimpinan nusantara yang disampaikannya dalam pidatonya.

Presiden Prabowo menyebut sifat pertama sebagai Pindo Jaladri, yakni pemimpin yang bagaikan samudra: mampu menampung segala bentuk caci maki dan tekanan, namun tetap memberikan ketenangan dan kejernihan."Pemimpin pindo Jaladri, harus bagaikan samudra. Hatinya luas," katanya. 

Pesan moral ini menjadi seruan penting bagi para kader muda PSI yang hadir dalam kongres tersebut, sekaligus refleksi dari pengalaman Prabowo sendiri di dunia politik nasional.

Prabowo menegaskan bahwa pemimpin bukan hanya soal kekuasaan, tetapi tentang keteguhan hati dan kebesaran jiwa dalam menghadapi fitnah serta tekanan opini publik, terutama di era digital dan sosial media yang penuh dinamika.

"Pemimpin itu guru. Pemimpin itu kawan seperjuangan. Pemimpin itu adalah pelindung, pengayom," ujar Presiden Prabowo. 

Pemaparan ini menjadi bagian dari pesan luas Presiden Prabowo untuk membentuk generasi baru pemimpin politik yang tidak reaktif terhadap hinaan, namun tetap tangguh dalam memberi arah dan menjaga moralitas publik. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#pemimpin #psi #Presiden Prabowo #solo