Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Presiden Prabowo Beri Perintah Khusus untuk Jaksa Agung-Polri Terkait Beras

Rinto Wahyu Hidayat • Selasa, 22 Juli 2025 | 05:45 WIB
Presiden Prabowo hadiri penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Minggu (20/7/2025). 
Presiden Prabowo hadiri penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Minggu (20/7/2025). 

SOLO - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sikap tegas terhadap praktik kecurangan pangan yang merugikan rakyat.

Dalam pidatonya di penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Minggu (20/7/2025), Presiden Prabowo menyoroti fenomena penipuan beras oleh oknum pengusaha nakal yang mengoplos beras biasa lalu menjualnya dengan harga premium.

"Masih banyak permainan-permainan jahat dari beberapa pengusaha-pengusaha yang menipu rakyat. Beras biasa dibilang beras premium, harganya dinaikin seenaknya. Ini pelanggaran!" tegas Presiden Prabowo.

Tak hanya mengkritik, Presiden Prabowo juga langsung memberi instruksi kepada aparat penegak hukum agar bertindak cepat dan tanpa pandang bulu. "Saya telah minta Jaksa Agung dan polisi mengusut dan menindak pengusaha-pengusaha tersebut tanpa pandang bulu," katanya. 

Presiden Prabowo menyebut bahwa praktik penipuan ini tergolong kejahatan ekonomi besar, dengan kerugian yang sangat signifikan bagi negara. Dia pun menyampaikan jumlah kerugian akibat manipulasi harga beras yang ia terima dari laporan internal.

"Saya dapat laporan kerugian yang dialami oleh bangsa Indonesia adalah seratus triliun tiap tahun. Seratus triliun tiap tahun. Berarti lima tahun seribu triliun. Ini kejahatan ekonomi yang luar biasa," kata Presiden Prabowo. 

Bagi Presiden Prabowo, ini bukan sekadar pelanggaran pasar, melainkan sudah masuk ke wilayah ancaman serius terhadap kesejahteraan rakyat dan stabilitas negara."Menurut saya ini sudah termasuk subversi ekonomi. Menikam rakyat," cetusnya.

Presiden Prabowo kemudian menggugah kesadaran publik dengan membandingkan nilai kerugian tersebut dengan potensi manfaat bagi bangsa jika dana sebesar itu bisa dikelola untuk program sosial. "Anda bisa bayangkan seratus triliun kita bisa bikin apa. Mungkin kita hilangkan kemiskinan dalam lima tahun dengan seribu triliun itu," pungkasnya. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#2025 #polri #psi #Presiden Prabowo #solo #Jaksa Agung