TULUNGAGUNG– Setiap 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN) sebagai bentuk penghormatan dan komitmen terhadap perlindungan serta pemenuhan hak-hak anak.
Tahun ini, Hari Anak Nasional 2025 mengusung tema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju", yang menegaskan pentingnya perlindungan anak sebagai fondasi kemajuan bangsa.
Penetapan Hari Anak Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat terhadap pentingnya kesejahteraan anak dalam berbagai aspek kehidupanbaik pendidikan, kesehatan, hingga hak sipil.
Tema tahun ini, "Anak Terlindungi, Indonesia Maju", dicanangkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Dalam keterangan resminya, KemenPPPA menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga merupakan kewajiban bersama keluarga, masyarakat, dan dunia usaha.
Kementerian tersebut juga menyampaikan bahwa anak-anak sebagai generasi penerus bangsa perlu tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung. Perlindungan terhadap anak dipandang sebagai investasi penting bagi masa depan Indonesia.
Hari Anak Nasional mulai diperingati sejak tahun 1984, dan terus mengalami pengembangan dari segi kegiatan maupun pelibatan berbagai elemen masyarakat.
Berbeda dengan Hari Anak Internasional yang jatuh pada 20 November, Hari Anak Nasional memiliki muatan lokal yang menyesuaikan dengan konteks sosial Indonesia.
Setiap tahunnya, peringatan HAN diwarnai dengan kegiatan edukatif, festival anak, kampanye perlindungan anak, serta lomba-lomba yang melibatkan partisipasi sekolah, komunitas, dan keluarga.
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, masyarakat diimbau untuk ikut serta menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak-anak, baik di rumah, sekolah, maupun ruang publik. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
-
Memberikan waktu berkualitas bersama anak
Hadir secara emosional dan fisik dalam keseharian anak akan membantu membangun kedekatan dan rasa aman. -
Mengedukasi tentang hak dan kewajiban anak
Mengenalkan anak pada konsep hak dan kewajiban sejak dini akan membentuk karakter dan kesadaran sosial mereka. -
Mendukung kegiatan positif anak
Ajak anak untuk aktif dalam kegiatan seni, olahraga, atau sosial yang membangun kreativitas dan empati. -
Menghindari kekerasan dalam bentuk apa pun
Perlindungan anak berarti menjauhkan mereka dari kekerasan fisik, verbal, dan psikologis, baik di rumah maupun di ruang digital.
Dalam momentum Hari Anak Nasional, penting untuk mengubah cara pandang terhadap anak: bukan hanya sebagai objek perlindungan, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki suara, hak, dan potensi.
Pemerintah dan masyarakat dituntut untuk lebih peka dalam mendengar serta memenuhi kebutuhan anak secara menyeluruh.
Hari Anak Nasional 2025 menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada bagaimana kita memperlakukan generasi penerusnya. Melindungi anak hari ini, berarti menjaga masa depan Indonesia esok.
Selamat Hari Anak Nasional. Mari bersama ciptakan lingkungan ramah anak, mulai dari rumah kita sendiri. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah