Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hadiri Peringatan Hari Lahir PKB, Presiden Prabowo Kritik Ekonomi Neolib: Bilang Kekayaan Akan Netes ke Bawah, Nyatanya 200 Tahun Gak Netes-Netes

Rinto Wahyu Hidayat • Kamis, 24 Juli 2025 | 14:23 WIB
Presiden Prabowo hadiri acara Hari Lahir ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rabu (23/7/2025) malam.
Presiden Prabowo hadiri acara Hari Lahir ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rabu (23/7/2025) malam.

JAKARTA— Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kritik tajam terhadap mazhab ekonomi neoliberal dalam pidatonya di acara Hari Lahir ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rabu (23/7/2025) malam.

 Menurut Presiden Prabowo, ide bahwa kekayaan akan “menetes ke bawah” dari orang kaya ke masyarakat luas tidak terbukti dalam kenyataan.

“Pasal 33 kalau kita simak sebetulnya sederhana tapi menggariskan apa-apa yang akan menyelamatkan dan mengamankan negara," jelas Presiden Prabowo.

Baca Juga: Logo HUT RI ke-80, Presiden Prabowo Simbolkan Persatuan Abadi untuk Indonesia Maju

Presiden Prabowo menegaskan, jika bicara tujuan negara ya tujuan negara adalah rakyat yang merasa aman, rakyat yang sejahtera, rakyat yang tidak ada kemiskinan, rakyat yang tidak lapar. "Itu tujuan negara,” ujarnya.

“Demokrasi penting, demokrasi yang formal, demokrasi yang normatif, tapi rakyat tidak punya rumah yang baik, rakyat yang lapar, anak-anak yang stunting, mereka yang tidak bisa cari pekerjaan, ini bukan tujuan bernegara bagi saya dan bagi semua orang yang waras,” imbuhnya.

Presiden Prabowo kemudian mengutip Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan menekankan bahwa pelaksanaannya tercermin dalam Pasal 33.

“Ini pasal 33, ayat 1: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Kekeluargaan, bukan asas konglomerasi. Asas keluarga, asas kekeluargaan. Ya seluruh bangsa Indonesia kita harus diperlakukan sebagai keluarga,” katanya. 

Presiden Prabowo menyatakan, bahwa asas kekeluargaan ini bertentangan dengan ajaran neoliberalisme yang membenarkan ketimpangan dengan harapan akan terjadi efek tetesan kekayaan (trickle down effect).

“Ini bertentangan dengan beberapa mazhab-mazhab ekonomi, terutama mazhab ekonomi neoliberal. Karena di masa neoliberal ini menurut mereka, nggak apa-apa kalau yang segelintir orang tambah kaya. Nggak apa-apa, biar segelintir orang tambah kaya. Menurut teori itu, lama-lama kekayaan itu akan menetes ke bawah," ungkapnya. 

Kritik terhadap teori trickle down ini sejalan dengan komitmen Prabowo dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, sesuai amanat konstitusi.

“Kenyataannya menetesnya lama banget. Menetesnya 200 tahun, sudah mati kita semua itu... jadi itu nggak bener, gak bener, tidak akan netes ke bawah. Bagaimana saudara merasa menetes ke bawah? Setetes pun nggak ya?” pungkas Presiden Prabowo.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Hari Lahir PKB #Presiden Prabowo