Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gempa Dahsyat Rusia Bisa Picu Tsunami, Deretan 10 Wilayah RI yang Berpotensi Terdampak

Betty Khasandra Pujayanti • Rabu, 30 Juli 2025 | 18:45 WIB
Ilustrasi hitungan magnitudo gempa besar yang memicu terjadinya tsunami dari BMKG.
Ilustrasi hitungan magnitudo gempa besar yang memicu terjadinya tsunami dari BMKG.

JAKARTA – Gempa Rusia berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang pesisir timur Semenanjung Kamchatka pada Rabu (30/7/2025) pagi.

Gempa besar ini tak hanya mengejutkan Rusia, tetapi juga menjadi perhatian global karena berpotensi memicu tsunami lintas negara, termasuk Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa Rusia itu berpusat di Palung Kurile-Kamchatka dan terjadi akibat aktivitas subduksi.

Lokasinya berada di zona tumbukan lempeng Pasifik yang dikenal aktif dan sering memicu gempa besar.

BMKG menegaskan, dengan karakteristik gempa yang dangkal dan mekanisme naik, ancaman tsunami menjadi sangat mungkin.

Gempa ini terjadi pada pukul 06.24 WIB dengan kedalaman hanya 18 kilometer.

Guncangan terasa kuat di kawasan timur Rusia dan memicu peringatan tsunami bagi sejumlah negara di kawasan Pasifik.

Dalam waktu singkat, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) merilis potensi sebaran gelombang tsunami menuju wilayah Jepang, Filipina, Alaska, hingga wilayah RI di bagian timur.

BMKG menyampaikan, ada 10 wilayah RI yang berada dalam daftar kawasan yang berpotensi terdampak tsunami dengan gelombang rendah, berkisar di bawah 0,5 meter.

Wilayah tersebut berada di bagian utara dan timur Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik.

Berikut daftar 10 wilayah RI yang berpotensi terdampak:

1. Kabupaten Talaud (diperkirakan pukul 14.52 WITA)
2. Kota Gorontalo (16.39 WITA)
3. Halmahera Utara (16.04 WIT)
4. Manokwari (16.08 WIT)
5. Raja Ampat (16.18 WIT)
6. Biak Numfor (16.21 WIT)
7. Supiori (16.21 WIT)
8. Sorong Utara (16.24 WIT)
9. Jayapura (16.30 WIT)
10. Sarmi (16.30 WIT)

Meski ketinggian gelombang diprediksi kecil, BMKG mengingatkan bahwa tsunami bisa berperilaku tidak biasa.

Gelombang bisa datang lebih awal atau terlambat dari perkiraan waktu tiba.

Gelombang pertama juga belum tentu yang terbesar sehingga masyarakat di pesisir diminta tetap waspada hingga ada pemberitahuan resmi bahwa situasi aman.

Hingga pukul 08.30 WIB, BMKG mencatat telah terjadi tujuh gempa susulan (aftershock) di sekitar pusat gempa Rusia.

Masing-masing gempa memiliki kekuatan antara magnitudo 5,4 hingga 6,9.

Aktivitas ini dinilai normal pascagempa utama dengan kekuatan besar.

Di luar Indonesia, beberapa negara juga mengeluarkan peringatan tsunami, termasuk Rusia sendiri, Jepang, dan Hawaii.

Lembaga seismologi global terus memantau dinamika gempa dan pergerakan tsunami yang menyebar dari pusat guncangan.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat tidak langsung percaya pada informasi yang beredar di media sosial jika belum terverifikasi.

"Kami terus memantau situasi. Seluruh informasi resmi hanya kami sampaikan melalui kanal BMKG dan pihak berwenang lainnya," ujarnya dalam keterangan tertulis.

BMKG bersama BPBD setempat juga sudah berkoordinasi untuk menyampaikan peringatan dini ke daerah yang berpotensi terdampak.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai, terutama menjelang waktu perkiraan tiba gelombang tsunami.

BMKG menambahkan bahwa Indonesia memiliki sistem peringatan dini tsunami berbasis sensor bawah laut dan pelampung.

Data yang diperoleh dari sistem ini akan digunakan untuk memperbarui status ancaman secara real-time.

Saat ini, belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa Rusia, baik di negara asal maupun di Indonesia.

Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci karena situasi bisa berubah sewaktu-waktu. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#peringatan tsunami #tsunami #bmkg #Wilayah terdampak bencana #rusia #gempa bumi