RADAR TULUNGAGUNG - Ledakan dahsyat mengguncang fasilitas gas milik PT Pertamina EP Regional 2 Zona 7 di Desa Cidahu, Kecamatan Pagaden Barat, Subang, pada Selasa dini hari, 5 Agustus 2025.
Insiden ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas ini menyebabkan dua karyawan PT Pertamina EP Regional 2 mengalami luka bakar dan memicu kobaran api besar.
Baca Juga: Fasilitas PT Pertamina EP di Subang Diguncang Ledakan, Dua Pekerja Luka Bakar
PT Pertamina EP Regional 2 kini tengah bekerja sama dengan aparat untuk mengendalikan dampak serta memastikan keselamatan lingkungan sekitar.
Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, turun langsung memimpin penanganan di lokasi bersama jajaran TNI, Damkar, BPBD, dan tim medis.
Langkah cepat diterapkan untuk mengamankan area, mengevakuasi korban ke RS Hamori Subang, serta mencegah potensi ledakan susulan.
“Tim langsung mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan pihak Pertamina serta stakeholder terkait. Unit Inafis juga telah melaksanakan olah TKP untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelas Kapolres kepada media.
Menurut dia, saat ini lokasi ledakan sudah diamankan dan para korban sudah dievakuasi. Selain itu kepolisian juga sudah memasang garis polisi di area terdampak.
"Saat ini sedang melakukan olah TKP dan pendataan saksi oleh Unit Inafis. Tidak hanya itu juga ada pemantauan dampak sosial lingkungan pascakejadian," tuturnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.
Sementara itu, Senior Field Manager PT Pertamina EP, Ndirga Andri Sisworo, menegaskan bahwa perusahaan bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan. Termasuk apabila terdapat kerusakan rumah warga sekitar.
Sebagai langkah pencegahan, aliran gas ke sekitar 9.000 sambungan rumah di wilayah Dangdeur, Cigadung, Sukamelang, dan Desa Cidahu dihentikan sementara. Proses perbaikan kini sedang dilakukan tim teknis Pertamina. ****
Editor : Dharaka R. Perdana