Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Prada Lucky Meninggal Dunia Usai Dirawat di ICU, POM Tahan Empat Prajurit Terkait Dugaan Penganiayaan

Betty Khasandra Pujayanti • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 01:05 WIB

Prajurit muda Prada Lucky meninggal dunia karena dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh sesama rekan TNI.
Prajurit muda Prada Lucky meninggal dunia karena dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh sesama rekan TNI.

RADAR TULUNGAGUNG - Seorang prajurit muda TNI AD bernama Prada Lucky Namo meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di RSUD Aeramo, Nagekeo, NTT.

Prada Lucky sempat dirawat selama empat hari akibat trauma berat sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir di ruang ICU rumah sakit tersebut.

Kematian Prada Lucky memicu perhatian publik setelah video yang menampilkan keluarga korban beredar luas di media sosial.

Baca Juga: Ganjar Jenguk Relawan Korban Penganiayaan Oknum TNI di Boyolali, Ning Atikoh Menangis Sedih

Dalam video tersebut, pihak keluarga mengungkapkan adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa senior terhadap korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Prada Lucky baru dua bulan dilantik sebagai anggota TNI AD setelah menyelesaikan pendidikan di Singaraja, Bali.

Setelah pelantikan, korban ditempatkan di Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere yang berada di wilayah Nagekeo, NTT.

Baca Juga: Presiden Prabowo Gugah Perwira TNI-Polri: Bela Rakyat, Kau Anak Kandung Rakyat Indonesia!

Namun, dalam waktu singkat, Prada Lucky harus menjalani perawatan intensif akibat luka-luka yang diduga berasal dari tindak kekerasan fisik.

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo mengonfirmasi adanya sejumlah luka lebam di tubuh korban saat menjalani perawatan di ruang ICU.

Meskipun begitu, belum ada keterangan resmi mengenai dugaan luka sayat yang sebelumnya disebut-sebut oleh pihak keluarga melalui media sosial.

Baca Juga: Begini Kronologi Penangkapan Oknum Wartawan Asal Tulungagung yang Melakukan Pemerasan ke Kades di Trenggalek

Komando Distrik Militer (Kodim) 1625 Ngada membenarkan bahwa empat prajurit TNI telah diamankan oleh Polisi Militer (POM) untuk diperiksa lebih lanjut.

Pemeriksaan terhadap prajurit yang diduga terlibat telah dilakukan sejak Rabu, 6 Agustus 2025 malam, di Sub Detasemen Polisi Militer Ende.

Namun, identitas keempat prajurit TNI tersebut masih belum dibeberkan oleh pihak yang berwenang.

Letkol Czi Deny Wahyu Setiyawan menyampaikan bahwa penyelidikan kasus ini berjalan sesuai perintah Pangdam IX Udayana yang menekankan transparansi.

“Yang jelas petunjuk Bapak Pangdam harus transparan dan dipantau langsung oleh Bapak Pangdam IX Udayana,” ujar Deny dalam video yang beredar.

Pihak keluarga korban, termasuk sang ayah yang juga merupakan anggota aktif TNI berpangkat Serma, menuntut keadilan dan pengusutan menyeluruh atas kematian anaknya.

Baca Juga: Kasus Penganiayaan Oknum Perguruan Silat Naik. Ini Solusi Polres Tulungagung

Dalam video yang beredar, sang ayah dengan tegas menyatakan akan menggunakan hak hukum sebagai warga negara untuk menuntut pertanggungjawaban atas insiden ini.

Ia merasa kehilangan mendalam karena Prada Lucky belum lama dilantik menjadi prajurit, tetapi nyawanya sudah melayang dalam situasi yang mencurigakan.

Jenazah korban telah dibawa dari Nagekeo ke Kupang pada 7 Agustus 2025 dan disemayamkan di rumah duka yang berada di Asrama TNI Kuanino.

Baca Juga: Seorang Ibu di Tulungagung Meninggal usai Terlibat Kecelakaan dengan Rombongan Pesilat, Kasatlantas: Ada Tiga Kecelakaan, Satu Pesilat Kami Amankan

Sementara itu, masyarakat luas turut menyoroti peristiwa ini, menuntut pengungkapan fakta secara terang dan sanksi tegas jika terbukti ada penganiayaan.

Kasus ini pun menjadi perbincangan hangat, terlebih karena melibatkan prajurit aktif dan korban yang baru saja menyandang status sebagai anggota TNI.

Publik berharap proses hukum tidak mengenal kata toleransi terhadap kekerasan dalam tubuh institusi pertahanan negara. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#penganiayaan #Prada Lucky Chepril Saputra Namo #meninggal #kupang #prajurit tni