Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Massa Memenuhi Alun-alun, Ini Lima Tuntutan yang Disuarakan Masyarakat Pati

M Filzaa Aulia N • Rabu, 13 Agustus 2025 | 19:11 WIB

Gelombang Aksi di Pati: Ribuan Warga Desak Bupati Sudewo Lengser
Gelombang Aksi di Pati: Ribuan Warga Desak Bupati Sudewo Lengser

RADAR TULUNGAGUNG - Aksi demo di Pati pada 13 Agustus 2025 menjadi sorotan nasional. Ribuan warga memadati Alun-alun Pati sejak subuh.

Mereka datang untuk menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Pati.

Gelombang protes ini dipicu oleh kebijakan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

Baca Juga: 20 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Kematian Prada Lucky, Motif Masih Didalami Lebih Lanjut

Kenaikan tersebut diputuskan setelah pertemuan Bupati Sudewo dengan para camat dan Paguyuban Solidaritas Kepala Desa (Pasopati).

Alasan kebijakan ini adalah PBB-P2 di Pati tidak naik selama 14 tahun. Namun, masyarakat menilai keputusan itu memberatkan kehidupan mereka.

Meskipun Bupati Sudewo akhirnya membatalkan kenaikan PBB-P2 dan meminta maaf, warga tetap melanjutkan aksi.

Baca Juga: Kenaikan PBB 250 Persen di Pati Jawa Tengah Picu Ledakan Aksi Warga, Ini Pernyataan Bupati Sudewo

Pernyataan Sudewo yang sempat menantang massa justru memperkuat tekad mereka untuk turun ke jalan.

Setelah pembatalan PBB-P2, warga memperluas tuntutannya. Berikut daftar tuntutan yang disuarakan:

1. Mendesak Bupati Sudewo turun dari jabatan.

2. Menolak kebijakan lima hari sekolah.

3. Menolak renovasi Alun-alun Pati senilai Rp2 miliar.

4. Menolak pembongkaran total Masjid Alun-alun Pati.

5. Mempertanyakan proyek videotron yang menelan biaya Rp1,39 miliar.

Koordinator aksi, Ahmad Husein, menegaskan bahwa seluruh tuntutan ini bersifat final. Tidak ada negosiasi atau kompromi yang bisa menghentikan protes sebelum Bupati Sudewo lengser. "Semua keputusan ini final dan tak bisa ditawar," tegasnya.

Aksi di Pati ini diikuti lebih dari 100 ribu massa, jauh melampaui tantangan 50 ribu peserta yang pernah diucapkan Bupati Sudewo.

Baca Juga: Tawangmangu: Tempat Healing Favorit di Jawa Tengah dengan Udara Sejuk dan Suasana Pagi yang Bikin Tenang

Warga datang dari berbagai kecamatan seperti Batangan, Puncakwangi, hingga Kayen. Data awal mencatat 25.000 peserta telah mengonfirmasi kehadiran sebelum aksi dimulai.

Di tengah lautan massa, terdengar teriakan "Bupati Pati Sudewo Harus Lengser" menggema di seluruh alun-alun.

Mereka juga membawa keranda jenazah simbolis bertuliskan "Keranda Penipu" sebagai bentuk protes keras terhadap kepemimpinan Sudewo.

Baca Juga: Dinas PUPR Kolaka Timur Diperiksa, Bendahara Umum NasDem: Bupati Abdul Azis Ikut Rakernas

Untuk menjaga keamanan, sekitar 2.684 personel gabungan dari 14 polres, unsur TNI, dan instansi terkait dikerahkan. Aparat melakukan penjagaan di seluruh akses menuju Alun-alun Pati.

Ahmad Husein mengimbau seluruh massa untuk menjaga ketertiban. Ia meminta agar tidak ada tindakan anarkis atau perusakan fasilitas umum.

Peserta aksi menegaskan ingin membuktikan bahwa Pati tetap aman dan damai meski terjadi unjuk rasa besar-besaran. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#aksi damai #Alun alun pati #Bupati sudewo #pati