Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Di Atas Tiga Lempeng Aktif, Fakta Geologi yang Menjadikan Indonesia Wilayah Paling Berisiko Terkena Gempa

Zahrotul Afkarina • Kamis, 21 Agustus 2025 | 18:46 WIB

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keindahan alam, namun juga menyimpan potensi bencana yang tinggi—terutama gempa bumi.
Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keindahan alam, namun juga menyimpan potensi bencana yang tinggi—terutama gempa bumi.

RADAR TULUNGAGUNG - Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keindahan alam, namun juga menyimpan potensi bencana yang tinggi—terutama gempa bumi.

Hampir setiap tahun, Indonesia mengalami ratusan gempa, baik yang terasa maupun tidak terasa oleh manusia.

Hal ini bukan kebetulan. Letak geografis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif membuatnya menjadi salah satu negara paling rawan gempa bumi di dunia.

Apa sebenarnya yang menyebabkan Indonesia sangat rentan terhadap gempa bumi? Artikel ini akan mengulas fakta-fakta geologi di balik posisi Indonesia yang berada di atas tiga lempeng aktif, serta bagaimana hal ini memengaruhi kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Kirab Bendera Pusaka Warnai HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, Ini yang Dirasakan Para Peserta

Pertemuan Tiga Lempeng Aktif Dunia. Indonesia berada di titik temu tiga lempeng tektonik utama, yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Ketiga lempeng ini selalu bergerak dan saling menekan satu sama lain. Tekanan dan gesekan di antara mereka memicu terbentuknya sesar, subduksi, dan aktivitas vulkanik, yang pada akhirnya memicu gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Baca Juga: Rokok Elektrik pun Kini Masuk Ranah Pengawasan BPOM, Ini Dasar Hukumnya

Indonesia juga termasuk dalam wilayah yang dikenal sebagai Cincin Api Pasifik, yaitu jalur cincin sepanjang Samudra Pasifik yang memiliki aktivitas seismik dan vulkanik paling tinggi di dunia.

Sekitar 90 persen gempa bumi dunia dan 75 persen letusan gunung berapi terjadi di kawasan ini.

Indonesia, yang berada di dalam zona ini, otomatis memiliki potensi gempa yang sangat tinggi, termasuk gempa besar dan gempa megathrust yang dapat memicu tsunami.

Baca Juga: Amnesti Massal di Era Prabowo. Pemulihan Politik atau Kemunduran Hukum?

Menurut BMKG, Indonesia mengalami rata-rata 5.000–7.000 gempa per tahun, baik skala kecil maupun besar.

Bahkan sekitar 1–2 gempa signifikan per bulan yang dapat dirasakan masyarakat Indonesia.

Gempa bumi di Indonesia tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga kerusakan infrastruktur dan bangunan.

Selain itu juga menimbulkan gangguan aktivitas ekonomi hingga kerugian materi miliaran rupiah. Oleh karena itu, mitigasi bencana dan kesiapan masyarakat menjadi sangat penting.

Baca Juga: Bukan Monopoli Perkotaan, Sampah Jadi Tantangan Nyata di Pedesaan, Berikut Alasannya

Para ahli geologi dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menyarankan edukasi publik tentang kesiapsiagaan bencana,  pembangunan gedung tahan gempa, maupun simulasi evakuasi secara rutin.

Indonesia bukan hanya negara yang indah, tapi juga berada di atas tiga lempeng aktif yang menjadikannya wilayah paling berisiko terhadap gempa bumi.

Meskipun risiko gempa tidak bisa dihindari, namun dengan edukasi, teknologi, dan kesiapsiagaan, dampaknya bisa diminimalkan.

Editor : Dharaka R. Perdana
#geologi #indonesia #resiko gempa #lempeng