Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Program Ular Sahabat Tani Indramayu Solusi Alami Atasi Hama Tikus, Bupati Lucky Hakim: Tak Berbahaya Bagi Manusia

M Filzaa Aulia N • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 21:15 WIB

Program Ular Sahabat Tani Indramayu, predator alami kembali ke sawah untuk kendalikan hama tikus tanpa racun dan setrum.
Program Ular Sahabat Tani Indramayu, predator alami kembali ke sawah untuk kendalikan hama tikus tanpa racun dan setrum.

RADAR TULUNGAGUNG - Program Ular Sahabat Tani menjadi terobosan baru dari Bupati Indramayu Lucky Hakim untuk mengatasi hama tikus.

Serangan hama tikus telah menyebabkan gagal tanam di banyak kecamatan dan merugikan ribuan petani.

Populasi tikus meningkat karena predator alami seperti ular, burung hantu, dan biawak sudah jarang ditemukan.

Petani sebelumnya menggunakan setrum listrik untuk membasmi tikus, tetapi cara itu berbahaya dan menelan korban jiwa.

Baca Juga: Tunjangan Ngekos DPR 50 Juta, Ironi di Tengah Kesulitan Rakyat

Lucky Hakim melepas ratusan hingga ribuan ular langsung ke sawah bersama kelompok tani. Pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan HUT ke-80 RI, ia melepas 1.200 ekor ular.

Jenis ular yang dilepaskan antara lain ular lanang sapi (Coelognathus radiatus) dan ular koros (Ptyas korros).

Kedua jenis ini tidak berbisa, aman bagi manusia, dan efektif memangsa tikus. Selain ular, juga dilepaskan biawak dan burung hantu.

Jenis predator yang dilepas dalam program Ular Sahabat Tani memiliki peran penting dan relatif aman bagi manusia.

Ular lanang sapi berfungsi sebagai pemangsa tikus dan tidak berbisa, sedangkan ular koros efektif memangsa sarang tikus serta juga tidak berbisa.

Baca Juga: Masyarakat Heboh Munculnya Pecahan Rp80 Ribu dan Rp250 Ribu, Bank Indonesia: Itu Hoaks

Selain itu, biawak dilepas untuk memangsa tikus dan telur, dengan tingkat bahaya yang rendah bagi manusia.

Burung hantu turut berperan besar dalam mengendalikan populasi tikus pada malam hari dan dinilai aman bagi lingkungan sekitar.

Satu ekor ular dapat memangsa beberapa ekor tikus per minggu dan belasan anak tikus dalam sarang. Pelepasan predator ini diharapkan mampu memulihkan ekosistem sawah.

Tidak semua petani menerima program Ular Sahabat Tani dengan tenang. Beberapa merasa cemas karena khawatir ular yang dilepas berbisa.

Dalim, seorang petani, bahkan menyarankan penggunaan kompos untuk membasmi tikus secara kolektif.

Namun, Lucky Hakim menegaskan bahwa ular yang dilepas tidak berbahaya. Ia bahkan menunjukkan keberaniannya digigit ular tersebut sebagai bukti.

Baca Juga: Video Call dengan Bupati Sudewo, Husein Hafidz Batalkan Aksi Demo 25 Agustus di Pati, Apa Alasannya?

Warga yang menyaksikan pelepasan tetap memilih mundur beberapa langkah karena takut.

Program Ular Sahabat Tani menjadi langkah ekologis untuk mengurangi hama tikus sekaligus mengembalikan keseimbangan alam.

Upaya ini juga menjadi edukasi agar masyarakat tidak lagi memburu predator alami yang bermanfaat. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Ular Sahabat Tani #indramayu #lucky hakim #viral #hama tikus