Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gibran Skakmat DPR Soal Gerbong Perokok, Respons Warganet Langsung Ramai Mendukung

Argo Yanuar Pamudyo • Senin, 25 Agustus 2025 | 18:00 WIB

Tolak Gerbong Perokok, Gibran Skakmat DPR dan Tuai Pujian Publik
Tolak Gerbong Perokok, Gibran Skakmat DPR dan Tuai Pujian Publik

RADAR TULUGAGUNG – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya soal usulan gerbong perokok di kereta api viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @urangjabar, Gibran skakmat DPR soal gerbong perokok saat menanggapi usulan Anggota DPR Nasim Khan yang ingin menambahkan gerbong khusus bagi penumpang yang merokok di layanan kereta jarak jauh.

Dalam kunjungannya ke Stasiun Solo Balapan, Gibran menegaskan bahwa usulan tersebut tidak tepat sasaran.

Alih-alih menyediakan ruang bagi perokok, Gibran menyatakan seharusnya ruang dan anggaran publik diprioritaskan untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, menyusui, balita, lansia, serta penyandang disabilitas.

Responsnya itu pun dinilai publik berhasil “skakmat” DPR soal gerbong perokok yang dianggap tak sejalan dengan semangat kesehatan nasional.

“Lebih baik diprioritaskan untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, lansia, kaum difabel. Misalnya ruang laktasi, toilet diperbesar agar ibu bisa ganti popok bayi dengan nyaman. Itu lebih prioritas,” ucap Gibran dalam video yang langsung menyedot perhatian jutaan penonton di TikTok.

Baca Juga: Buku “Jokowi’s White Paper”, Benarkah Jadi Babak Baru Demokrasi Kritik di Indonesia?

Gerbong Perokok Dinilai Kontra Produktif dengan Program Kesehatan

Usulan soal gerbong khusus perokok di kereta api sebelumnya dilontarkan oleh seorang anggota DPR RI dalam rapat bersama PT KAI.

Ia menyatakan bahwa banyak penumpang yang merasa butuh ruang khusus untuk merokok agar tidak mengganggu penumpang lain, namun tetap bisa menikmati perjalanan.

Namun, sikap Wapres Gibran jelas menunjukkan bahwa dirinya menolak gagasan tersebut.

Selain tidak sejalan dengan visi program kesehatan Presiden Prabowo Subianto, ia juga menekankan bahwa transportasi umum merupakan kawasan bebas rokok, sesuai amanat Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang berlaku.

“Kita harus melihat skala prioritasnya. Transportasi publik itu milik bersama. Kenapa harus memfasilitasi aktivitas yang justru merugikan kesehatan orang lain, sementara kelompok rentan justru masih minim perhatian?” ujarnya.

Baca Juga: Rp178,7 Triliun untuk Guru dan Dosen, Komitmen Presiden Prabowo yang Patut Dikawal

Netizen Memuji Gibran, Video TikTok Meledak Komentar Dukungan

Video pendek yang diunggah akun TikTok @urangjabar menampilkan potongan pernyataan tegas Gibran saat berada di Solo Balapan.

Dalam waktu singkat, unggahan tersebut diserbu komentar dukungan dari ribuan pengguna TikTok, terutama dari kalangan ibu rumah tangga, aktivis kesehatan, dan pengguna transportasi publik.

Banyak netizen memuji cara penyampaian Gibran yang lugas dan berani. Beberapa komentar menyebut bahwa pernyataan Gibran benar-benar “skakmat DPR soal gerbong perokok”, yang dianggap tidak sensitif terhadap kepentingan mayoritas masyarakat.

Apa gak bahaya merokok di kereta api itu otaknya dimana dpr,” tulis salah satu pengguna.

dari pada bikin gerbong khusus perokok, lebih baik gerbong buat ibu hamil dan menyusui,” tulis lainnya.

berani kritik DPR kami masyarakat mu siap mendukung mu pak wapres jika DPR mencari cara untuk menjatuhkan bapak,” komentar lain menambahkan.

Skala Prioritas Jadi Sorotan: Perokok atau Kelompok Rentan?

Pernyataan Gibran mengundang diskusi lebih luas soal arah kebijakan publik. Ia menekankan bahwa setiap anggaran dan fasilitas publik harus punya skala prioritas yang jelas, apalagi menyangkut transportasi yang digunakan jutaan warga setiap harinya.

Gibran menilai kelompok seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak kecil, lansia, dan penyandang disabilitas masih belum cukup mendapatkan dukungan fasilitas yang layak.

Oleh karena itu, menurut dia tidak masuk akal bila perhatian justru dialihkan pada kebutuhan perokok yang aktivitasnya mengandung risiko kesehatan.

Selain itu, banyak pihak juga menilai bahwa wacana gerbong rokok justru berpotensi melanggar aturan kawasan tanpa rokok (KTR) yang sudah diterapkan secara nasional.

Baca Juga: Rencana Demo 25 Agustus 2025 Menggema di Media Sosial, Begini Kondisi Terbaru di Depan DPR RI

Dukungan Publik Bisa Jadi Penguat Kebijakan Pro-Kesehatan

Fenomena viralnya video pernyataan Gibran menunjukkan bahwa masyarakat luas masih memegang nilai-nilai penting dalam pembangunan kebijakan publik, salah satunya adalah perlindungan kelompok rentan dan penerapan pola hidup sehat.

Munculnya dukungannya secara organik di media sosial bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih adil dan berpihak pada kepentingan umum.

Bahkan beberapa pengamat menyebut, Gibran tengah membentuk karakter kepemimpinannya sendiri yang tegas, cepat merespons isu, dan tidak ragu berbeda pendapat dengan lembaga legislatif.

Baca Juga: Polri Umumkan Hasil Tes DNA Ridwan Kamil, Tidak Identik dengan Anak Lisa Mariana

Kesimpulan: Gibran Tampil Tegas, Netizen Dukung Penuh

Pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menolak tegas usulan gerbong khusus perokok di kereta api dinilai sebagai langkah berani dan berpihak pada kesehatan publik.

Sikapnya yang “skakmat DPR soal gerbong perokok” menuai pujian luas, terutama dari kalangan yang selama ini merasa kurang mendapatkan perhatian dalam pelayanan transportasi.

Dengan viralnya video tersebut di TikTok, gelombang dukungan dari masyarakat tampaknya bisa menjadi sinyal bahwa kebijakan publik harus semakin berorientasi pada kesehatan, keselamatan, dan inklusivitas.

Di tengah perdebatan soal fasilitas perokok, publik tampaknya sudah sepakat bahwa gerbong kereta sebaiknya menjadi ruang aman bagi semua, terutama yang paling rentan. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#viral #gibran #Wapres Gibran Rakabuming Raka #dpr