RADAR TULUNGAGUNG — Menteri Pertanian Amran Sulaiman membantah tudingan terhadap kenaikan harga beras di dalam negeri dalam pernyataan terbuka yang viral di media sosial.
Melalui unggahan video yang diposting oleh akun TikTok @official.ntv, Amran menyampaikan klarifikasi tegas bahwa pemerintah tidak tinggal diam terhadap naiknya harga beras dan justru telah melakukan berbagai langkah konkret sejak awal.
Dalam video berdurasi sekitar tiga menit tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman membantah tudingan terhadap kenaikan harga beras di dalam negeri dengan mengatakan bahwa framing yang beredar di media sosial tidak sesuai fakta.
Baca Juga: Cabai Rawit Merah Masih Terpuruk, Begini Harga Bahan Pokok di Tulungagung Senin 25 Agustus
Ia menyatakan bahwa Kementerian Pertanian bersama Bulog telah menggelar operasi pasar besar-besaran sebanyak 1,3 juta ton beras dengan harga stabil Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram.
Langkah ini disebutnya sebagai bentuk nyata kepedulian, atas perintah langsung dari Presiden Republik Indonesia.
"Perlu kami sampaikan bahwa informasi yang beredar itu sengaja di-framing seolah-olah kami tidak peduli. Padahal kami bekerja keras dari awal. Kami lakukan operasi pasar, 1,3 juta ton disalurkan ke seluruh Indonesia," tegas Amran dalam video tersebut.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman membantah tudingan terhadap kenaikan harga beras di dalam negeri dan menekankan bahwa langkah-langkah itu telah berdampak positif bagi stabilisasi harga dan kesejahteraan petani.
Baca Juga: Gibran Skakmat DPR Soal Gerbong Perokok, Respons Warganet Langsung Ramai Mendukung
Kepedulian terhadap Petani dan Konsumen Jadi Prioritas
Tak hanya fokus pada konsumen, Amran juga menegaskan bahwa pemerintah sangat peduli terhadap nasib petani.
Ia menyampaikan bahwa Harga Pembelian Pemerintah (HPP) telah dinaikkan menjadi Rp6.500 per kilogram.
Kebijakan ini dimaksudkan agar petani tetap mendapatkan keuntungan yang layak, sekaligus menjadi sinyal bahwa negara hadir dalam menjaga sektor pangan dari tekanan pasar.
“Alhamdulillah, hasilnya kita syukuri. Kesejahteraan petani (KNTP) juga meningkat. Jadi bukan hanya konsumen yang kita lindungi, petani pun kita prioritaskan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti soal stok beras nasional. Menurut Amran, pada tahun-tahun sebelumnya Indonesia sempat melakukan impor karena stok dalam negeri minim.
Namun saat ini, cadangan beras nasional sudah melebihi 4 juta ton. Ini disebut sebagai hasil nyata dari kerja keras pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional tanpa ketergantungan pada impor.
Baca Juga: Kajian Ulang Sistem Presidensial, Langkah MPR yang Perlu Pengawalan Serius
Dalam pernyataan tersebut, Amran juga sempat membandingkan kondisi Indonesia dengan Jepang yang baru-baru ini mengalami lonjakan harga beras cukup signifikan.
Namun, ia menekankan bahwa bukan untuk membandingkan negara, melainkan mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih bersyukur terhadap kondisi yang masih terkendali.
“Artinya, patut kita syukuri. Tapi tentu, kami tidak berhenti di situ. Kami harus terus bekerja keras. Operasi pasar kami lanjutkan terus-menerus, koperasi juga kami libatkan, agar harga bisa terus turun,” lanjutnya.
Hingga saat ini, menurut Amran, harga beras telah menurun di 13 provinsi, dan ia optimistis tren penurunan akan berlanjut seiring dengan upaya stabilisasi yang masih digencarkan.
Dalam pernyataan yang sama, Amran juga mengungkapkan bahwa dirinya siap berhadapan dengan pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan secara tidak etis, termasuk pengusaha yang memainkan harga atau mencurangi petani.
Baca Juga: Rencana Demo 25 Agustus 2025 Menggema di Media Sosial, Begini Kondisi Terbaru di Depan DPR RI
Ia menegaskan bahwa keberpihakannya pada konsumen dan petani adalah mutlak, bahkan jika hal itu membuat sebagian pihak merasa terganggu.
“Bukti kami peduli adalah ketika kami berani menghadapi para pengusaha nakal yang merugikan petani dan konsumen. Kami pertaruhkan semuanya demi rakyat,” tegasnya dengan nada serius.
Amran juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada narasi-narasi yang memojokkan pemerintah tanpa dasar.
Ia menyebut ada oknum-oknum yang dengan sengaja menyebarkan narasi negatif karena merasa terganggu oleh upaya perbaikan yang sedang dilakukan pemerintah.
Respons Netizen dan Warganet: Banyak yang Mendukung
Unggahan pernyataan Amran oleh akun TikTok @official.ntv langsung mendapat respons luas dari warganet.
Banyak komentar yang memuji gaya penyampaian Amran yang dianggap lugas, tenang, namun penuh data dan keyakinan.
Sejumlah pengguna TikTok menyatakan bahwa mereka baru memahami konteks kebijakan pemerintah setelah menonton klarifikasi tersebut.
“udah naikin aja pak harga beras sama gabah biar para petani menikmati hasil panen,” komentar salah satu warganet.
“jgn krn satu kesalahan menggugurkan 1000 kebaikan, lanjud terus pak Menteri.” tulis pengguna lain.
“Memeng harus mahal beras pak ,biar petani sejahtera jangan petani di jadikan tumbal,” tambah komentar lainnya.
Baca Juga: Ada Banyak Tantangan Menjalankan Koperasi Desa Merah Putih, Begini Pendapat Pakar Ekonomi UGM
Penutup: Pemerintah Siap Jaga Harga dan Petani
Pernyataan terbuka dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman membantah tudingan terhadap kenaikan harga beras di dalam negeri menunjukkan sikap tegas pemerintah dalam menghadapi isu sensitif ini.
Dengan langkah konkret seperti operasi pasar, peningkatan HPP, dan perlindungan terhadap petani serta konsumen, pemerintah berharap kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Meski banyak tantangan, Amran memastikan bahwa pemerintah akan terus bekerja maksimal agar harga beras kembali stabil dan rakyat kecil tidak terbebani.
Seruan agar tidak mudah termakan framing negatif juga menjadi pesan penting dalam menghadapi era informasi yang serba cepat dan rawan manipulasi. ****
Editor : Dharaka R. Perdana