Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mobil Mewah Diserang Massa Demo, Diduga Milik Pejabat DPR

Argo Yanuar Pamudyo • Selasa, 26 Agustus 2025 | 20:16 WIB
Mobil Mewah Diduga Milik Pejabat Dihancurkan Massa Aksi Demo di Depan DPR RI
Mobil Mewah Diduga Milik Pejabat Dihancurkan Massa Aksi Demo di Depan DPR RI

RADAR TULUNGAGUNG— Aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar Senin (25/8/2025) di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, diwarnai insiden yang mengejutkan.

Sebuah mobil mewah diduga milik pejabat dihancurkan massa aksi demo setelah sebelumnya terjadi kericuhan antara aparat dan pelajar yang hendak mengikuti unjuk rasa.

Video insiden tersebut ramai diperbincangkan dan viral di TikTok melalui akun @ulasan.co.

Dalam video yang beredar, tampak sebuah mobil sedan mewah warna hitam menjadi sasaran kemarahan massa.

Mobil mewah diduga milik pejabat dihancurkan massa aksi demo karena disebut-sebut terkait dengan penangkapan sejumlah siswa SMK yang sempat diamankan aparat.

Suara teriakan massa dan dentuman keras dari pemukulan terhadap mobil terdengar jelas dalam video berdurasi sekitar satu menit itu.

Menurut informasi dari lokasi, insiden bermula saat mobil polisi yang diduga membawa siswa STM melintasi depan gerbang utama DPR RI sekitar pukul 12.30 WIB.

Massa yang sudah memadati kawasan sejak pagi hari langsung menghentikan kendaraan tersebut dan mendesak agar para pelajar dikeluarkan.

Situasi memanas setelah ada dugaan mobil mewah lain yang berada di dekat lokasi ikut diamankan oleh massa karena dianggap terlibat.

Baca Juga: Menteri Pertanian Amran Sulaiman Membantah Tudingan terhadap Kenaikan Harga Beras di Dalam Negeri

Aksi Massa Gabungan, Pelajar Turun ke Jalan

Aksi demo hari ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan pelajar. Sejak pagi, ribuan massa telah berkumpul di sekitar Kompleks Parlemen.

Sekitar pukul 12.00 WIB, rombongan pelajar dari arah Gelora Bung Karno mulai merapat untuk bergabung dalam aksi.

Namun mereka sempat dilarang masuk ke area konsentrasi massa, yang kemudian memicu respons keras dari peserta aksi lainnya.

Menurut Arif (nama disamarkan), salah satu pelajar SMK asal Tangerang, dirinya bersama puluhan teman sempat tertahan oleh aparat sebelum bisa mendekat ke lokasi unjuk rasa.

“Kami dicegat waktu di dekat flyover. Dibilang tidak boleh gabung karena dianggap rawan. Tapi kan kami juga mau sampaikan aspirasi,” ujarnya.

Melihat situasi itu, massa yang berada di depan gerbang DPR memutuskan untuk melakukan aksi solidaritas.

Mereka berjalan ke arah titik penahanan pelajar dan mengawal mereka kembali ke depan DPR.

Saat itulah situasi mulai memanas dan insiden terhadap kendaraan aparat serta mobil mewah diduga milik pejabat terjadi.

Baca Juga: Gibran Skakmat DPR Soal Gerbong Perokok, Respons Warganet Langsung Ramai Mendukung

Mobil Polisi dan Kendaraan Lain Jadi Sasaran Emosi

Tidak hanya satu kendaraan yang menjadi sasaran. Selain mobil mewah diduga milik pejabat dihancurkan massa aksi demo, satu unit mobil patroli polisi juga tampak rusak berat.

Kaca depan pecah, dan bodi kendaraan penyok akibat lemparan botol dan benda tumpul lainnya.

“Katanya mobil itu bawa adik-adik STM yang ditangkap. Makanya massa marah. Pas mobil lain lewat, yang katanya mobil pejabat, langsung kena juga,” ujar salah satu peserta demo yang enggan disebut namanya.

Petugas keamanan yang berjaga sempat mencoba membubarkan massa yang mengepung kendaraan, namun kalah jumlah.

Baru sekitar pukul 13.00 WIB, situasi mulai terkendali setelah mobil-mobil tersebut berhasil dievakuasi mundur oleh petugas dengan pengawalan ketat.

Belum Ada Klarifikasi Resmi Soal Kepemilikan Mobil

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang mengenai identitas atau kepemilikan kendaraan yang menjadi sasaran amukan massa.

Polisi juga belum merilis keterangan apakah benar kendaraan tersebut milik pejabat, sebagaimana narasi yang beredar luas di media sosial.

Namun, narasi yang berkembang menyebutkan bahwa mobil mewah itu terlihat keluar dari gerbang DPR sebelum dihentikan massa.

Banyak yang meyakini bahwa kendaraan tersebut bukan milik aparat, melainkan salah satu pejabat atau staf di lingkungan parlemen. Isu itu menyulut kemarahan lebih besar dari peserta aksi.

Warganet pun langsung ramai menanggapi. "Kalau benar mobil pejabat, ini bukti rakyat udah muak sama elit yang diam di dalam," tulis akun @demokritik.

Sementara akun lain mengatakan, "Jangan asal main hakim sendiri. Tapi pejabat juga harus terbuka, jangan bersembunyi di balik tembok."

Baca Juga: Kajian Ulang Sistem Presidensial, Langkah MPR yang Perlu Pengawalan Serius

Polisi Perketat Pengamanan, Massa Masih Bertahan

Pasca insiden, aparat kepolisian memperketat pengamanan di sekitar Gedung DPR RI. Barikade tambahan dipasang, dan jalur-jalur masuk diperiksa lebih ketat.

Personel anti huru-hara mulai diterjunkan untuk mengantisipasi eskalasi lanjutan. Sementara itu, massa aksi masih bertahan di depan gedung dengan membawa berbagai tuntutan.

Aksi demo 25 Agustus ini diketahui berlangsung sejak pagi dan dipicu oleh sejumlah isu nasional yang ramai dibahas publik, termasuk transparansi kebijakan pemerintah, penegakan hukum, hingga keresahan atas kenaikan biaya hidup.

Penutup: Perlu Kendali Emosi dan Klarifikasi Jelas

Insiden mobil mewah diduga milik pejabat dihancurkan massa aksi demo menjadi sorotan serius dan menambah panasnya tensi politik serta sosial.

Meskipun aksi unjuk rasa merupakan hak dalam demokrasi, tindakan anarkis tetap menjadi catatan buruk yang bisa mencoreng pesan utama dari aksi itu sendiri.

Pihak kepolisian dan DPR RI diharapkan segera memberikan klarifikasi dan melakukan investigasi terbuka agar tidak muncul spekulasi liar yang justru memperburuk situasi.

Di sisi lain, pengendalian emosi dari massa dan pendekatan persuasif dari aparat akan menjadi kunci untuk menjaga agar demonstrasi tetap berlangsung damai dan bermartabat. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#massa demo #perusakan #mobil mewah