Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ribuan Buruh Memadati Area Sekitar Gedung DPR RI, Dikawal Ketat Personel Kepolisian

Argo Yanuar Pamudyo • Kamis, 28 Agustus 2025 | 22:04 WIB

Ribuan Buruh Mulai Padati Gedung MPR, Aksi Damai Warnai Senayan
Ribuan Buruh Mulai Padati Gedung MPR, Aksi Damai Warnai Senayan

RADAR TULUNGAGUNG – Ribuan buruh memadati Gedung DPR RI pada Kamis (28/8/2025) dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta.

Berdasarkan pantauan dari siaran langsung TikTok, gelombang massa buruh sudah terlihat sejak pagi hari dengan jumlah yang terus bertambah hingga menjelang siang.

Sejak pukul 08.28 WIB, suasana di sekitar Kompleks Parlemen sudah dipadati aparat keamanan.  Sejumlah kendaraan taktis, termasuk mobil water cannon dan unit Korps Brimob, keluar dari Gerbang Pancasila untuk bersiaga.

Baca Juga: Viral Video Seorang Ibu yang Baru Pulang Bekerja Jadi Korban Gas Air Mata Saat Demo DPR, Begini Kondisinya

Meski demikian, ribuan buruh mulai padati Gedung MPR dengan membawa berbagai atribut organisasi, poster tuntutan, hingga spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Sekitar pukul 09.20 WIB, arus kedatangan buruh semakin deras. Massa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ini terus bergerak menuju depan Gedung DPR/MPR RI.

Aksi ini kian semarak ketika Ketua Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, hadir memimpin langsung jalannya aksi.

Buruh yang berkumpul di sekitar Gedung MPR sambil meneriakkan yel-yel perjuangan yang menggema di kawasan Senayan.

Baca Juga: BP Haji Resmi Menjadi Kementerian Haji dan Umrah, Komisi VIII DPR RI: Pelayanan One Stop Service

Aparat Kepolisian Siaga Penuh

Sekitar pukul 09.00 WIB, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary, muncul di hadapan awak media.

Ia menegaskan bahwa aparat telah mengamankan jalannya aksi dengan mengedepankan pendekatan humanis. “Personel pengamanan harus mengedepankan sikap humanis agar aksi berjalan tertib,” ujar Ade Ary.

Imbauan ini sejalan dengan strategi kepolisian dalam mengawal demonstrasi besar yang melibatkan ribuan peserta.

Sejumlah titik di sekitar Gedung DPR/MPR, mulai dari pintu masuk Senayan hingga kawasan Semanggi, dipenuhi petugas berseragam lengkap.

Lalu lintas pun dialihkan di beberapa ruas jalan utama guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan.

Kehadiran mobil water cannon, barikade kawat berduri, serta unit kendaraan taktis Brimob menandakan tingkat kesiapan aparat menghadapi berbagai kemungkinan. 

Buruh dan Mahasiswa Bergabung

Dalam orasinya, Said Iqbal menegaskan bahwa aksi yang digelar hari ini dilakukan secara damai dan terbuka.

Ia menyebut keterlibatan mahasiswa, termasuk dari Universitas Indonesia, yang turut mendukung perjuangan buruh.

Kolaborasi antara pekerja dan mahasiswa ini disebutnya sebagai langkah penting untuk memperkuat suara rakyat terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan kaum pekerja.

Menurut pantauan, mahasiswa membawa poster dengan slogan solidaritas serta menyanyikan lagu perjuangan bersama para buruh. Hal ini menciptakan suasana kebersamaan yang kuat di lapangan.

Aksi ini juga menjadi bukti bahwa isu ketenagakerjaan bukan hanya menjadi perhatian buruh, melainkan juga kalangan akademisi muda yang peduli dengan masa depan bangsa.

Baca Juga: Gaji dan Tunjangan Anggota DPR RI Disoal Massa pada Demo Senin Lalu, Begini Suara Mereka

Tuntutan yang Disuarakan

Meski detail tuntutan belum sepenuhnya dipaparkan, sejumlah orator menyuarakan penolakan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat.

Beberapa di antaranya terkait revisi undang-undang ketenagakerjaan, penghapusan sistem kontrak yang merugikan pekerja, serta perbaikan jaminan sosial dan kesehatan.

Said Iqbal dalam pidatonya menyebut bahwa aksi ini adalah kelanjutan dari perjuangan panjang buruh Indonesia.

“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi dengan damai. Buruh tidak ingin kekerasan, buruh ingin keadilan,” tegasnya di hadapan ribuan massa.

Baca Juga: Ganti Dilayani Kementerian Haji dan Umrah, Indonesia Tetap Menjadi Negara Terbanyak untuk Kuota Haji 2025

Suasana di Lapangan

Di lapangan, suasana dipenuhi teriakan yel-yel dan bunyi peluit. Massa aksi terlihat membawa atribut seperti bendera serikat pekerja, spanduk besar dengan tulisan tuntutan, hingga pengeras suara di atas mobil komando.

Selain itu, sejumlah pedagang kaki lima memanfaatkan momentum dengan menjajakan makanan dan minuman di sekitar lokasi, menambah semarak suasana.

Aksi buruh yang memadati Gedung MPR hari ini menunjukkan tingginya semangat perjuangan kaum pekerja dalam memperjuangkan hak-hak mereka.

Meski diwarnai penjagaan ketat aparat, jalannya demonstrasi berlangsung tertib. Kehadiran tokoh buruh seperti Said Iqbal dan dukungan dari mahasiswa menjadi penanda kuat bahwa isu ketenagakerjaan masih menjadi agenda besar bangsa.

Ke depan, publik menunggu apakah aksi damai ini akan berbuah hasil konkret dalam bentuk dialog dan kebijakan yang lebih berpihak pada pekerja.

Untuk saat ini, sorotan utama tertuju pada bagaimana ribuan buruh mulai padati Gedung MPR dan menyuarakan aspirasi mereka dengan penuh semangat. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#demo #dpr ri #buruh