Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral Karangan Bunga Keprihatinan dari Dosen ASN untuk Ulang Tahun Menkeu Sri Mulyani

Argo Yanuar Pamudyo • Jumat, 29 Agustus 2025 | 19:15 WIB

Viral Karangan Bunga Keprihatinan dari Dosen ASN untuk Ulang Tahun Sri Mulyani di Kemenkeu
Viral Karangan Bunga Keprihatinan dari Dosen ASN untuk Ulang Tahun Sri Mulyani di Kemenkeu

RADAR TULUNGAGUNG – Viral karangan bunga keprihatinan dari dosen ASN untuk ulang tahun Sri Mulyani menyedot perhatian publik di media sosial, khususnya TikTok.

Aksi unik ini dilakukan Aliansi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia (ADAKSI) yang menggelar protes moral dengan cara mengirimkan puluhan papan bunga ke Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025).

Bertepatan dengan hari ulang tahun ke-63 Menteri Keuangan Sri Mulyani, sebanyak 63 papan bunga berjejer rapi di halaman parkir Kemenkeu.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Singgung Pencairan Tunjangan, Berikut Daftar Besaran Komponen THR untuk PNS, PPPK, TNI dan Polri di Pusat

Karangan bunga tersebut menjadi simbol keprihatinan sekaligus kritik terbuka dari para dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai kurang memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik.

Tak heran, aksi ini dengan cepat menjadi viral karangan bunga keprihatinan dari dosen ASN untuk ulang tahun Sri Mulyani.

Menurut keterangan resmi ADAKSI yang dikutip dari TikTok, papan-papan bunga itu berasal dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), 19 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), serta puluhan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di berbagai daerah di Indonesia.

Aksi ini disebut sebagai bentuk protes moral yang santun, simbolis, namun sarat makna. Wajar bila dalam hitungan jam, unggahan terkait viral karangan bunga keprihatinan dari dosen ASN untuk ulang tahun Sri Mulyani mendominasi linimasa.

Baca Juga: Ribuan Buruh Memadati Area Sekitar Gedung DPR RI, Dikawal Ketat Personel Kepolisian

Aksi Simbolik dan Pesan Moral

Karangan bunga yang dipajang memuat beragam tulisan bernada sindiran. Beberapa di antaranya bertuliskan “Selamat Ulang Tahun, Bu Menteri, dari Dosen yang Gajinya Belum Naik” hingga “Doa Sehat Panjang Umur, Semoga Kesejahteraan Kami Ikut Diperhatikan.”

Pesan-pesan tersebut memperlihatkan keresahan dosen ASN terhadap kebijakan fiskal yang dianggap tidak berpihak pada dunia pendidikan tinggi.

Mereka menilai peran dosen sebagai ujung tombak mencetak sumber daya manusia unggul belum mendapat apresiasi yang layak.

Sejumlah perwakilan ADAKSI juga menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk penghinaan, melainkan ekspresi aspirasi.

“Kami menghormati Bu Menteri, tetapi kami ingin suara kami didengar. Lewat karangan bunga, kami sampaikan keprihatinan dengan cara damai,” ujar Ketua DPP ADAKSI dalam pernyataannya.

Tak butuh waktu lama, video dan foto-foto karangan bunga itu menyebar luas di TikTok. Banyak yang mengapresiasi cara elegan dosen dalam menyampaikan kritik.

“Salut, kritiknya halus tapi mengena,” tulis seorang pengguna TikTok. Sementara lainnya berkomentar, “Viral karangan bunga keprihatinan dari dosen ASN untuk ulang tahun Sri Mulyani ini bisa jadi cermin buat pemerintah.”

Tagar #SriMulyani, #KaranganBunga, dan #ADAKSI sempat masuk daftar trending. Hal ini membuktikan bahwa keresahan dosen ASN ternyata mendapat simpati luas dari masyarakat.

Baca Juga: Ucapan Anggota DPR RI Deddy Sitorus Picu Kemarahan Publik, Begini Isinya

Pakar komunikasi publik menilai aksi karangan bunga ini efektif dalam menyampaikan pesan moral.

“Dalam budaya Indonesia, karangan bunga biasanya digunakan untuk ucapan selamat atau duka. Ketika dipakai sebagai kritik, dampaknya lebih kuat karena menyentuh secara emosional dan visual,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik menekankan bahwa pemerintah perlu menjadikan aksi ini sebagai alarm.

“Jangan remehkan protes moral. Ketika dosen bersatu, ini pertanda serius. Pemerintah harus segera membuka ruang dialog,” ujarnya. ****

 

Editor : Dharaka R. Perdana
#adaksi #menkeu #karangan bunga #sri mulyani