Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dua Kali Digeruduk Massa, Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani Jadi Sasaran Penjarahan Massa Tak Dikenal

Ilma Nurrahma • Senin, 1 September 2025 | 17:14 WIB

Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani diduga menjadi sasaran penjarahan sebanyak dua kali saat kerusuhan terjadi.(voi.id)
Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani diduga menjadi sasaran penjarahan sebanyak dua kali saat kerusuhan terjadi.(voi.id)

RADAR TULUNGAGUNG - Kediaman pribadi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, menjadi sasaran penjarahan massa dalam dua gelombang pada Sabtu dini hari (30/8/2025).

Aksi massa yang brutal ini terjadi di tengah eskalasi krisis sosial-politik di Indonesia, menyusul protes besar terhadap fasilitas mewah pejabat negara.

Rumah milik salah satu tokoh penting di Kabinet Prabowo-Gibran itu dilaporkan dijarah habis-habisan.

Baca Juga: Gaji dan Tunjangan Anggota DPR RI Disoal Massa pada Demo Senin Lalu, Begini Suara Mereka

Dihimpun dari berbagai sumber penjarahan terjadi dalam dua kali serbuan. Gelombang pertama terjadi sekitar pukul 00.30 WIB.

Gelombang kedua yang lebih masif terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, dengan jumlah pelaku lebih banyak dan aksi yang lebih destruktif.

Barang-barang yang dijarah mencakup televisi, televisi, isi lemari, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya.

Bahkan menurut saksi mata, ada yang mengambil bola keranjang dari rumah tersebut. Penjarah memasuki rumah secara paksa dan dalam waktu singkat menguras isi rumah.

Sri Mulyani tidak berada di lokasi saat kejadian terjadi. Berdasarkan keterangan warga dan petugas keamanan, penghuni rumah dan staf sempat dievakuasi ke rumah tetangga sebelum massa masuk.

Polisi belum memberikan jumlah pasti kerugian maupun barang yang hilang.

Baca Juga: Demo Mobil Mewah Diserang Massa, Diduga Milik Pejabat DPR

Yang mengejutkan, para pelaku disebut bukan berasal dari warga sekitar. Kesaksian warga menyebutkan bahwa sebagian besar adalah remaja dan pemuda dengan usia rata-rata belasan tahun.

Mereka datang dari luar wilayah dan bergerak secara terorganisir, dengan membawa drone serta senjata tajam.

Warga juga menyebut adanya suara kembang api sebagai aba-aba yang menandai dimulainya serangan.

Gerakan mereka terkoordinasi, masuk ke kompleks dalam formasi dan langsung mengarah ke rumah yang ditargetkan. Beberapa pelaku terlihat mendokumentasikan aksi penjarahan dengan ponsel.

Aparat kepolisian dan TNI baru dikerahkan setelah aksi penjarahan selesai dilakukan. Pasukan gabungan kemudian menjaga lokasi secara ketat untuk mencegah kejadian serupa.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Kementerian Keuangan maupun keluarga Sri Mulyani.

Aksi ini terjadi di tengah gelombang protes nasional terkait kenaikan tunjangan DPR dan sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Situasi diperparah dengan kejadian kematian seorang pengemudi ojek akibat kendaraan taktis polisi, yang menambah kemarahan masyarakat. Protes berubah menjadi dan penjarahan di sejumlah titik.

Baca Juga: Rencana Demo 25 Agustus 2025 Menggema di Media Sosial, Begini Kondisi Terbaru di Depan DPR RI

Presiden Prabowo Subianto menanggapi serius aksi-aksi kekerasan dan penjarahan yang menyasar fasilitas publik dan rumah pejabat negara.

Dalam pernyataan pers, ia menyebut tindakan tersebut dapat dianggap sebagai penghinaan terhadap negara dan berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap semua pelaku. Pemerintah pun mengisyaratkan peningkatan pengamanan nasional.

Meskipun belum ada laporan resmi jumlah tersangka yang diamankan, polisi menyatakan sedang menyelidiki pelaku berdasarkan rekaman CCTV dan video yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Mobil Mewah Diserang Massa Demo, Diduga Milik Pejabat DPR

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak ikut terprovokasi oleh ajakan-ajakan destruktif. Pemerintah menjamin keamanan warga dan fasilitas vital negara.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran luas di masyarakat, khususnya kalangan pejabat dan warga sipil yang tinggal di daerah rawan.

Aksi penjarahan yang menargetkan rumah pribadi pejabat tinggi negara menjadi peringatan bahwa situasi sosial tengah berada di titik rawan.

Publik berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk meredakan ketegangan sosial dan memperbaiki komunikasi politik dengan rakyat. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#menteri keuangan #penjarahan #sri mulyani