RADAR TULUNGAGUNG - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan dan penghargaan bagi aparat keamanan negara.
Dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada Senin, 1 September 2025, Presiden Prabowo perintahkan kapolri naikkan pangkat polisi yang terluka saat terjadi demonstrasi beberapa waktu lalu.
Perintah tersebut disampaikan langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi para petugas yang telah berkorban jiwa raga demi menjaga ketertiban umum dan membela negara.
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo terlihat prihatin saat menjenguk anggota Kepolisian yang mengalami cedera parah saat bertugas mengamankan aksi demonstrasi.
Baca Juga: Aksi Jogja Memanggil di Bundaran UGM Berjalan Damai, Hanya Ada Orasi dan Bagi-bagi Makanan
Ia secara khusus meminta Kapolri untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa bagi para petugas tersebut.
“Saya sampaikan ke Kapolri, saya minta semua petugas dinaikkan pangkat luar biasa, karena bertugas di lapangan, membela negara, membela rakyat, menghadapi kalau demonstran murni yang baik, justru oleh aparat harus dilindungi,” kata Prabowo di RS Polri.
Langkah ini merupakan wujud nyata penghargaan dan motivasi dari kepala negara kepada aparat penegak hukum.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menanggapi perintah Presiden dengan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam. Ia menyatakan bahwa institusi Polri akan segera menindaklanjuti instruksi tersebut.
Selain kenaikan pangkat, Listyo Sigit juga mengungkapkan bahwa Presiden mengamanatkan agar para prajurit yang menjadi korban dalam melaksanakan tugas diberikan penghargaan terbaik, termasuk kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Baca Juga: 48 Peluru Gas Air Mata Menyasar Kampus UNISBA-UNPAS, Puluhan Mahasiswa Pingsan dan Terkurung
Ini menunjukkan bahwa Prabowo Perintahkan Kapolri Naikkan Pangkat Polisi yang terluka saat terjadi demonstrasi bukan hanya sebatas promosi, melainkan juga paket penghargaan komprehensif untuk masa depan para anggota Polri yang berdedikasi.
Presiden Prabowo melihat langsung kondisi para korban yang dirawat di RS Polri Kramat Jati. Setidaknya ada 43 korban cedera yang sempat ditangani, dengan 17 di antaranya masih harus menjalani perawatan intensif saat kunjungan Presiden, terdiri dari 14 anggota kepolisian dan 3 warga sipil.
Kondisi para anggota polisi yang terluka sangat memprihatinkan. Presiden Prabowo menyaksikan langsung cedera serius seperti bagian kepala yang harus dioperasi tempurung dengan material titanium, ada juga korban polisi yang mengalami putus tangan, serta ginjal yang rusak karena diinjak.
Lebih lanjut, Prabowo juga menerima laporan mengenai banyaknya anggota Kepolisian yang terkena petasan, mengakibatkan luka bakar pada bagian leher, paha, bahkan alat vital.
Melihat tingkat kekerasan dan niat merusak dari sebagian pelaku, Presiden Prabowo melontarkan kritik keras.
“Bayangkan kalau laki-laki terbakar alat vitalnya ya, ini sudah menurut saya sudah perusuh, niatnya membakar, ditemukan truk isinya alat-alat untuk membakar,” tegas Prabowo.
Pernyataan ini menunjukkan perbedaan tegas antara demonstran murni yang seharusnya dilindungi aparat, dengan “perusuh” yang memiliki niat anarkis dan destruktif.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan komitmennya untuk segera mengembalikan keamanan dan stabilitas situasi.
Ia berjanji akan menangkap para pelaku pembuat kerusuhan dan memproses mereka sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. ****
Editor : Dharaka R. Perdana