RADAR TULUNGAGUNG - Gempa bumi dengan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya pada Rabu pagi, 3 September 2025.
Meski tidak berpotensi tsunami, guncangan gempa sempat membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah.
Gempa berpusat sekitar 44 km timur laut Kota Palu, Sulawesi Tengah. BMKG menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, namun cukup kuat untuk dirasakan warga di sekitar episentrum.
Sejumlah warga Palu melaporkan getaran cukup kuat selama beberapa detik. Akibatnya, banyak orang keluar dari rumah atau gedung untuk menghindari kemungkinan gempa susulan.
Baca Juga: Cuaca dan Iklim di September Tak Menentu, Fenomena La Nina Mulai Terbentuk
“Kami sedang bersiap-siap ke kantor ketika tiba-tiba terasa goyangan cukup keras. Semua langsung lari keluar,” ujar warga Kecamatan Mantikulore.
Sekolah dan perkantoran sempat menghentikan aktivitas selama beberapa menit. Namun hingga siang hari, tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Baca Juga: Kabar Baik! Menteri Keuangan Sri Mulyani Pastikan Tidak Ada Kenaikan Pajak di 2026
Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Sulawesi Tengah.
Berdasarkan kedalaman dan mekanisme gempa, diperkirakan termasuk jenis gempa dangkal.
Geolog menyebutkan bahwa gempa ini terkait dengan struktur geologi kompleks yang membentang di wilayah Palu dan sekitarnya, termasuk Sesar Palu-Koro yang terkenal aktif.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu atau informasi hoaks yang belum terverifikasi.
Baca Juga: Tanpa Kekerasan, Ratusan Ojol Serukan Perdamaian dan Keadilan di Area Tugu Monas Jakarta
Jika terjadi gempa susulan, masyarakat diimbau untuk segera keluar dari bangunan jika berada di dalam ruangan, menjauhi struktur bangunan tua atau yang retak, dan memantau info resmi dari BMKG melalui aplikasi Info BMKG atau kanal resmi lainnya
Hingga pukul 12.00 WITA, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan yang signifikan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana